NAMLEA, Siwalimanews – Ribuan masyarakat Kabupaten Buru yang telah bersiap untuk menjalani vaksinasi harus gigit jari. Stok vaksin di semua puskesmas langka.

Informasi yang berhasil dihimpun Siwalima dari sejumlah sumber di puskesmas-puskesmas ini menyebutkan, kalau kegiatan vaksinasi tahap pertama bagi masyarakat sudah tidak lagi dilakukan sejak 1 Juli lalu.

Ini terjadi akibat kelangkaan vaksin di Buru, bahkan permintaan vaksin yang telah disampaikan ke Pemprov Maluku juga tidak terlayani dengan baik.

“Sejak awal Juli di Puskesmas Namlea hanya beberapa hari melayani vaksinasi tahap kedua, tapi itupun stok vaksinnya sudah habis. Sedangkan vaksinasi tahap pertama tidak di layani lagi,” ungkap sumber Siwalima di Puskesmas Namlea, Kamis (22/7).

Beberapa warga yang ditemui ikut melontarkan kekecewaannya, karena tidak dapat divaksin.

Baca Juga: Penetapan Kelulusan Calon Anggota Polri Ditunda

“Mau ke Ambon wajib harus sudah vaksin dan dibuktikan dengan kartu vaksin. Aturan dibuat, tapi pelayanan distribusi vaksin dari provinsi parah,” ucap Risal warga dengan nada kecewa.

Kelangkaan vaksin untuk tahap I di Buru juga turut dibahas dalam rapat terbatas di Kantor Bupati, Kamis (22/7).

Rapat yang dipimpin Sekda M. Ilyas Bin Hamid itu selain membahas stok vaksin yang kosong juga membahas lanjutan vaksinasi tahap II.

Terkait dengan masalah kekosongan stok vaksin, Wakil Sekretaris Satgas Penanganan Covid Buru, Azis Tomia usai rapat menjelaskan, hari ini satgas menyampaikan surat permohonan ke Satgas Maluku untuk meminta  penambahan vaksin. “Hasil rapat tadi juga memutuskan, pada hari Sabtu nanti akan dilaksanakan vaksinasi massal, khsusus untuk masyarakat yang sudah melaksanakan vaksinasi tahap I,” ucapnya.

Menurutnya, untuk stok vaksin yang masih tersisa saat ini hanyalah untuk kegiatan vaksinasi tahap II. Direncanakan dalam sehari 912 dosis. Dn vaksinasi akan digelar di Polres Buru dan Polsek Waplau.

Sedangkan sekda saat memimpin rapat mengatakan, rapat ini diagendakan sebanyak dua kali dengan menerapkan prokes guna memperbincangkan sejumlah materi demi mensukseskan acara vaksinasi di Kabupaten Buru.

Untuk persiapan penanganan vaksinasi Covid tahap II menyasar pada lansia dan pelayan publik. Pelayan publik disini adalah pihak keamanan, BUMN, pelaku pasar, dan pelaku usaha Iain dengan resiko populasi tinggi untuk terpapar, karena berhadapan dengan mayarakat. (S-31)