Tuasikal: Masyarakat Harus Paham UU KDRT

MASOHI, Siwalimanews –  Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Maluku Tengah Ny Amin Ruaty Tuasikal menegaskan, masyarakat terutama kelompok-kelompok yang rentan harus tahu dan memahami UU Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan KDRT.

Untuk memberi pemahaman kepada masyarakat terutama di desa, maka Pengurus TP PKK Malteng bekerjasama dengan TP PKK Kecamatan Seram Utara Barat menggelar sosialisasi tentang UU tersebut.

Sosialisasi yang dipusatkan di Desa Pasanea, Kecamatan Seram Utara itu, dibuka oleh Ketua TP PKK Malteng Ny Amin Ruaty Tuasikal, Selasa (3/12).

Menurutnya, sosialisasi yang dilakukan TP PKK Malteng ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat di desa serta kecamatan agar mereka dapat mengerti dan memahami UU ini.

“Banyak kekerasan masih terjadi di dalam keluarga kita yang ada di desa hingga perkotaan, tentunya hal ini miris, sebab tujuan orang bersatu dan membentuk rumah tangga karena cinta dan kasih sayang. Namun aneh kalau kemudian, ada warga kita, keluarga kita yang hancur akibat adanya tindak pidana KDRT,” ujarnya.

Menurut Istri Bupati Malteng ini, KDRT sering terjadi selain sebagai akibat dari berbagai hal yang mendorong atau mempengaruhi adanya hal itu, namun juga akibat ketidaktahuan masyarakat tentang adanya UU tentang KDRT

“Walaupun sejak 15 tahun lalu UU ini dikeluarkan dan diberlakukan, realitanya kasus kasus KDRT dalam masyarakat masih sangat sering terjadi. Masalahnya adalah karena ketidaktahuan masyarakat tentang UU ini,” ujarnya.

UU ini kata dia, bukan hanya bermaksud untuk menghukum para pelaku, namin ini juga penting agar dapat memberikan efek jera kepada para pelaku. Untuk itu PKK melaksanakan sosialisasi ini, sebab dirasakan sangat penting, demi menekan angla KDRT di Malteng.

Ditambahkan, kegiatan sosialisasi ini penting untuk mencegah dan melindungi kelompok-kelompok rentan. Untuk itu, dengan adanya sosialisasi ini juga diharapkan masyarakat akan lebih mengerti tentang KDRT sehingga kedepannya  masyarakat dapat memanfaatkan kearifan-kearifan lokal sehingga dapat menekan kasus yang terjadi dalam rumah tangga.

“Kami harapkan hal ini dapat berikan informasi kepada semua lapisan masyarakat terutama kelompok rentan, agar minimal dapat menekan semua praktek kekerasan yang terjadi ditengah masyarakat kita,” harapnya. (S-36)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *