PIRU, Siwalimanews – Sebanyak 86 orang menjalani rapid test hasil tracking pasien 35 berinisial DAS yang meninggal akibat Covid-19 pada Kamis (7/5) lalu. Hasil tracking diketahui tiga orang dinyatakan reaktif.

Hal ini diungkapkan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), melalui Kepala Dinas Kesehatan Johanes Tappang didampingi juru bicara Kabag Humas H. Mandaku di ruang rapat lantai dua Kantor Bupati SBB, Sabtu (16/5).

Tappang menjelaskan, terkait DAS tersebut, Gustu SBB sudah melakukan tracking sebanyak 132 orang yang melakukan kontak dengan pasien DAS. Dari jumlah 132 orang tersebut, ternyata ditemukan sebanyak 98 orang yang melakukan kontak erat dengan pasien 35.

“Setelah dilakukan tracking, kita mendapatkan jumlah seluruhnya 132 orang yang kontak erat dengan DAS sebanyak 86 orang. Dari 86 itu kita sudah melakukan rapid test dan tiga diantaranya reaktif,” tegasnya.

Diungkapkan,  dari 86 orang tersebut antara lain, 5 orang anggota keluarga termasuk suami DAS, 17 orang tenaga kesehatan puskesmas Kairatu yang merawat DAS pertama sebelum dirujuk ke Ambon, 35 orang yang layak diperhitungkan kontak erat dengan jenazah almarhumah, 3 orang melakukan pemakaman jenazah, 14 orang yang memangku dan memandikan jenazah, 5 orang mengangkat jenazah ke tempat mandi, 8 orang mengkafani jenazah, 6 orang yang melakukan shalat jenazah, dan 3 orang yang mengangkat jenazah.

Baca Juga: Kasrul Akui Istrinya Positif

Untuk itu dari 86 orang ang menjalani rapid test, 3 orang yang reaktif dan sisanya non reaktif. Ditambahkan, masih terdapat 12 orang yang belum dilakukan rapid test disebabkan mereka masih belum ketemu hingga saat ini dan masih melakukan pencarian.

Selain itu tambah Tappang, sebanyak 8 orang sudah dilakukan swab diantaranya 3 orang yang dinyatakan reaktif dan 5 diantaranya adalah yang kontak erat dengan pasien DAS.

Dan hasil swab sudah dikirim untuk duji di BTKL, tinggal menu­nggu hasilnya saja. Terkait identitas tiga orang yang dinyatakan reaktif itu diantaranya adalah satu pe­gawai Puskesmas Kairatu dan  dua lainnya teman suami DAS.

“Saat ini ada 4 orang yang sudah diisolasi di rumah susun ASN milik Pemda SBB. Untuk sementara keluarga DAS kita isolasi mandiri di rumah, sedangkan suami dan tiga orang yang reaktif kita isolasi di rumah susun,” beber Tappang. (S-48)