Tracking Pasien 15 di Waesama Selesai

Hasil Rapid Tes Negatif Covid-19

NAMROLE, Siwalimanews – Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Buru Selatan (Bursel) telah selesai melakukan tracking dan rapid test terhadap sejumlah orang di Kecamatan Waesama, yang pernah bersentuhan langsung dengan pasien 15 yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19.

Dari hasil rapid test itu semua orang yang pernah bersentuhan langsung dengan pasien 15 ini hasilnya negatif Covid-19.

“Jadi hasilnya kemarin untuk Kecamatan Waesama semuanya negatif, artinya semuanya non reaktif saat di rapid test,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Bursel, Ibrahim Banda kepada wartawan di media center Gugus Tugas Bursel, Selasa (21/4) malam.

Dijelaskan, tracking terhadap orang-orang yang pernah ada di lingkaran pasien 15 ini dimulai dari semua penumpang yang berada dalam 1 mobil dengan pasien ini, bahkan sang sopirnyapun tak lupu dari rapid test.

“Jadi orang-orang yang sama-sama dengan pasien 15 ini tersebar di seluruh Kecamatan yang ada di Bursel. Jadi Kecamatan Waesama sudah selesai, kita lanjut ke Namrole. Kalau Namrole selesai kita lanjut ke Kecamatan Ambalau dan akan terus dilanjutkan ke kecamatan-kecamatan lainnya,” jelas Banda.

Menurutnya, perkembangan penanganan Covid-19 di Kabupaten Bursel berlangsung lancar, namun untuk pelaku perjalanan di kabupaten ini semakin hari semakin bertambah.

“Perkembangan sampai dengan 21 April untuk pelaku perjalanan kita bertambah menjadi 1.212 jiwa. Pertambahan pelaku perjalanan ini disebabkan karena banyak mahasiswa yang kembali ke kampung halaman untuk Puasa,” ungkapnya.

Para mahasiswa pelaku perjalanan ini kata Banda, telah dilakukan isolasi mandiri di tempat-tempat yang telah disediakan oleh pihak desa dan tetap dalam pantauan tim gugus tugas kabupaten.

Untuk mengetahui pelaku perjalan ini, pihaknya akan melakukan metode penelusuran melalui relawan-relawan desa sehingga setiap data dapat diketahui lokasi tepat pelaku perjalanan tersebut.

“Jadi data itu dari relawan-relawan desa dan Babhinkantimnas serta Babinsa. Sasaran kita sebenarnya yang terdata tetapi karena ada yang masuk dari belakang dan tak terdata akan kita telusuri juga untuk memastikan kondisi yang bersangkutan,” ucapnya.

Ditambahkan, setelah selesai tracking dan rapid test di Kecamatan Waesama, akan dilanjutkan di Kota Namrole, dan diharapkan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar serta tak ada yang terindikasi ke arah Covid-19. (S-35)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *