AMBON, Siwalimanews – Direktur Rumah Sakit Sumber Hidup dr Heny Tipka berjanji akan membayar hak karyawan berupa THR, Jasa Medis selama 1 tahun serta kekurangan gaji 30 persen seluruh karyawan pada rumah sakit tersebut pada hari ini, Senin (28/12).

Untuk diketahui akibat belum dibayarnya semua hak pegawai pada RS ini, maka seluruh pegawai baik tenaga medis maupun pegawai non medis melakukan aksi demo dan mogok kerja, pada Kamis (24/12) dan Senin (28/12) lalu.

Koordinator aksi Carlos Manuhuttu saat ditemui Siwalimanews di RS Sumber Hodup Senin (28/12) mengaku, Direktur RS Sumber Hidup dr Heny Tipka berjanji akan membayar seluruh hak karyawan hari ini. Untuk itu semua karyawan masih menanti janji direktur.

“Direktur janjinya mau bayar 160 lebih karyawan RS Sumber Hidup yang terdiri dari tenaga medis dan non medis hari ini,” ucap Manuhuttu.

Baca Juga: Direktur RS Sumber Hidup Akui Rapid Test RW Reaktif

Ia berharap, dr Heny Tipka bsia menjawab kebutuhan semua karyawan, karena tugas dan tanggungjawab mereka sudah dilaksanakan, untuk itu secepatnya pihak RS busa memberikan hak semua karyawan yang tertunda termasuk THR.

Sementara itu Direktur RS Sumber Hidup dr Heny Tipka saat dikonfirmasi Siwalimanews, melalui telepon selulernya, Senin (28/12), memastikan proses pembayaran hak setiap karyawan mulai dilakukan hari ini.

“Untuk jumlahnya serta apa saja yang dibayarkan ini urusan internal, sehingga tak bisa publikasikan,” ucap Tipka singkat.

Sebelumnya, puluhan tenaga medis dan pegawai RS Sumber Hidup melakukan aksi demo dan mogok kerja pada, Kamis (24/12), dikarenakan haak mereka berupa jasa medis selama 1 tahun belum dibayarkan serta kekurangan gaji 30 persen, sebab sejak Agustus 2019 hingga saat ini gaji yang mereka terima hanya sebesar 70 persen.

Selain itu, para pegawai dan tenaga medis juga melakukan aksi protes kepada Pimpinan Yayasan RS Sumber Hidup dikerenakan mereka belum menerima THR, sementara tinggal menghitung jam umat Kristiani sudah memasuki perayaan Natal.

Para tenaga medis dan pegawai ini mengancam, jika tuntutan mereka tidak dihiraukan, maka mereka akan menempuh jalur hukum.

Koordinatir aksi Carlos Manuhuttu menegaskan, seluruh pegawai RS Sumber Hidup belum menerima THR serta kekuarangan gaji mereka, bahkan sampai dengan hari ini juga, para tenaga medis belum menerima jasa medis mereka selama 1 tahun.

“Inisiatif teman-teman untuk menutup segala aktivitas di Rumah Sakit Sumber Hidup. Untuk sekarang ini, kita layani pasien yang ada dulu,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan penjelasan dari pihak yayasan yaitu ibu Senda Titaley, bahwa saat ini tidak ada uang, sehingga mereka menemui Ketua Sinode GPM untuk mencari solusi.

“Ketua Sinode jelaskan kepada pihak yayasan bahwa pada tanggal  24 Desember kantor sudah libur, jadi tidak bisa untuk proses pencairan uang,” tutupnya. (Cr-5).