Tindak Tegas dari Royke

AMBON, Siwalimanews – Tiga oknum anggota Polda Maluku yang ditang­kap saat pesta sabu di Asrama Ditsa­b­hara Polda Maluku Tan­tui, Minggu (12/1) dini hari terancam pecat.

Mereka adalah Brip­ka Ilham Lembang alias Ilo (35), Brigpol Eivander Alias Evan (32) dan Brigpol Afrizal  Masaoi alias Af (31).

Kapolda Maluku, Irjen Royke Lumowa menegaskan, tidak ada ampun bagi anggota polisi yang terlibat narkoba.

Saat dikonfirmasi, Kapolda me­lalui pesan whatsApp kepada Siwalima Senin (13/1) malam, me­negaskan dirinya kerap meng­ingat­kan anggota untuk tidak main-main dengan narkotika. Namun kalau sudah tertangkap, pasti dipecat.

“Setiap apel pagi, itu arahan saya. Saya terus dan terus meng­ingatkan anggota saya. Tapi kalau sudah seperti ini, tertangkap ba­sah, ya harus dipecat,” tegasnya.

Sementara Praktisi Hukum, Hendri Lusikooy mengingatkan penyidik Satresnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease untuk serius menerapkan pasal kejahatan narkotika terhadap tiga oknum anggota polisi tersebut.

Menurut Lusikooy, fakta mem­buktikan terkadang penyidik menerapkan pasal yang ringan terhadap oknum anggota polisi yang terlibat narkoba. Sementara kepada masyarakat penerapan pasal cukup berat hukumannya.

Bukan saja kepada penyidik polisi, tapi Lusikooy juga meng­ingatkan aparat penegak hukum lainya seperti jaksa dan hakim harus profesional dalam mene­rapkan hukuman kepada pelaku penyalahgunaan narkotika, ter­utama oknum anggota kepolisian.

“Ini supaya ada efek jera bagi mereka dan pembelajaran bagi oknum anggota polisi yang lain agar tidak terlibat kasus sama. Kalau ada anggota polisi yang menggunakan narkotika maka harus dijatuhi hukuman seberat-beratnya, agar menjadi pembela­jaran bagi oknum anggota polisi lain,” kata Lusikooy kepada Siwa­lima, melalui telepon selulernya, Senin (13/1).

Hukuman berat kata Lusikooy, pantas didapatkan oleh oknum polisi yang terlibat narkoba. Sebab sebagai seorang polisi, mereka harus paham hukum dan meng­hindari perbuatan seperti itu.

“Kalau oknum polisi narkoba dihukum ringan, maka mereka akan tetap melakukan perbuatan sama, karena hukuman itu memberikan efek jera bagi mereka,” tandasnya.

Hal senada ditegaskan Praktisi Hukum Fernanda Maruanaya. Ok­num anggota polisi yang meng­gunakan narkotika harus ditindak lebih berat, karena mereka paham hukum. “Nah kalau ada polisi yang terlibat bersama masyarakat menggunakan narkotika, maka polisinya harus dihukum seberat-beratnya dan hukuman mereka harus lebih berat dari masyarakat,” ujarnya. (S-32)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *