AMBON, Siwalimanews – Tiga hari operasi pencarian korban Ely Wattimury (71) nela­yan asal Desa Tihulale, Kabu­paten SBB masih nihil. Lokasi pencarian terus diperluas dari awalnya hanya di lokasi kejadian : 3°28’4.42″S 128°30’57.99″E diper­luas ke 3° 32’ 53″ S, 128° 10’ 11″ E, 3° 18’ 40″ S,  128° 10’ 11″ E, 3° 18’ 40″ S,  128° 34’ 32″ E, dan lokasi 3° 32’ 53″ S,  128° 34’ 32″ E.

“Lokasi pencarian sudah kita perluas, namun di pencairan hari kedua korban belum kita temukan, tapi pencarian tetap dilakukan tim,” kata Kepala Basarnas Ambon, Djunaidi dalam rilis yang diterima Siwalima, Selasa (1/8).

Dijelaskan, korban hilang dilapor­kan mencari ikan dengan menggu­nakan perahu dan jaring di lokasi kejadian Sabtu (29/8), sekitar pukul 05.30 WIT dengan posisi : 3°28’ 4.42″S 128°30’57.99″E atau jarak dari Kantor SAR Ambon ke LKP 110 KM atau heading : 60.74° Timur Laut dari Kantor SAR Ambon.

“Kita sudah kerahkan tim Rescue Kansar Ambon menggunakan rescue truck, personil dan rescue car tipe II, bergerak menuju lokasi pencarian. Sampai hari ini masih dilakukan pencarian, korban belum ditemukan,” jelas Djunaidi.

Pencarian juga menurut Djunaidi dibantu oleh aparat TNI dan Polri serta warga setempat.

Baca Juga: Gunter de Soysa Resmi Jabat Raja Negeri Nusaniwe

“Selain personil kita yang diter­junkan ke lokasi kejadian, pencarian dibantu TNI dan Polri, personil BPBD Kabupaten SBB, keluarga korban dan masyarakat setempat,” kata Djunaidi.

Sementara itu Camat Amalatu, Kabupaten SBB, Rafli Al Idrus yang dikonfirmasi juga membenarkan hal tersebut. Camat menjelaskan, kalau korban pergi mencari ikan dengan menggunakan perahu dan membawa jaring namun hingga kini tidak kembali ke kampung dan dilaporkan hilang.

“Benar korban pergi buang jaring di laut tepatnya diperbatasan desa tihulale dengan kamariang. Sekitar pukul 12.00 WIT korban tidak kembali, salah satu anaknya pergi ke pantai untuk mencari namun tidak ditemukan,” jelas Idrus.

Diakui saat korban pergi mem­buang jaring ke laut cuaca laut sa­ngat tidak bersahabat dan angin sangat kencang.

“Kemarin angin kuat, sekarang angin su kurang. Sekarang ada pro­ses pencarian. Tadi malam saya su­dah koordinasi dengan BPBD SBB dan tadi siang pukul 12.00 btim Ba­sarnas tiba untuk melakukan penca­rian dibantu oleh warga Tihulale dan Kamariang,” terang Idrus.

Dia menambahkan ada 5 unit bodi nelayan milik warga ikut dikerahkan membantu aparat TNI dan polri ser­ta Tim Basarnas melakukan pen­carian. (S-39)