Terima SPDP, Jaksa Tunggu Berkas Chay Waplau

AMBON, Siwalimanews – Surat Pemberitahuan Di­mulainya Penyidikan (SP­DP) kasus dugaan tindak pi­dana penganiayaan de­ngan tersangka, Alen Wap­lau alias Chay sudah diteri­ma JPU Kejari Ambon.

SPDP Chay diserahkan penyidik Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lea­se, sejak akhir Oktober 2019 lalu.

Kasi Pidum Kejari Ambon, Achmad Attamimi menga­ta­kan, SPDD sudah diteri­ma dan JPU menunggu pe­limpahan berkas perkara tahap I tersangka Chay dari penyidik.

“Kalau SPDP kasus duga­an tindak pidana pengania­ya­an dengan terduga AW sudah kami terima sejak Oktober 2019 dan saat ini ka­mi masih menunggu ber­kas perkara tahap I dari poli­si,” kata Attamimi kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Kamis (7/11).

Ia berharap penyidik secepatnya menyerahkan berkas tahap I, se­hingga dapat diteliti oleh JPU Kejari Ambon.

“Kami berharap agar penyidik secepatnya, sehingga bisa diteliti kelengkapannya oleh JPU,” harap Attamimi.

Segera Dilimpahkan

Setelah ditetapkan tersangka, pe­nyidik saat ini sedang melakukan pemberkasan terhadap berkas per­kara Alen Waplau alias Chay. Berkas Chay segera dilimpahkan tahap I ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Paur Subbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Izaac Leatemia

Yang dikonfirmasi mengatakan, Waplau ditetapkan tersangka lanta­ran menganiaya SS warga Karang Panjang Kecamatan Sirimau Kota Ambon.

Chay tersangka setelah terbukti melakukan penganiayaan terhadap SS. Penganiayaan dilakukan tepat di depan rumah Chay yang juga berada di Kawasan Karang Panjang Ambon, pada 17 Agustus 2019 lalu.

“Chay ditetapkan tersangka sete­lah penyidik Satreskrim Polres Ambon menaikan statusnya dari penye­lidikan menjadi penyidikan beberapa waktu lalu,” kata Leatemia Rabu (6/11).

Untuk diketahui, Chay dipolisikan setelah menganiaya SS di depan ru­mahnya, Karang Panjang, Kecama­tan Sirimau, Kota Ambon, Sabtu (17/8) pukul 15.30 WIT. Penganiayaan terjadi hanya karena masalah sepele.

Dimana saat itu SS lewat di depan rumahnya. Saat itu ada acara. Lalu SS membunyikan klakson mobil 2 kali karena ada macet.

Setelah klakson mobil dibunyikan, Chay langsung naik pitam. Ia meng­gebuk kaca mobil sebelah kiri milik korban sebanyak dua  kali.

SS kala itu turunkan kaca mobil dan menyapa Cai. Tapi Cai mencaci maki SS dan melayangkan pukulan sebanyak dua kali. Dihajar dua kali secara beruntun, SS turun dari mobil untuk menanyakan aksi Chay bak seorang preman tersebut.

Selang tiga jam berlalu, SS yang tidak terima mendatangi SPKT Pol­res Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Ia melaporkan kasus peng­ania­yaan yang menimpanya. (S-49)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *