AMBON, Siwalimanews – Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk membahas pengunduran diri Arief Bur­ha­nudin Waliulu sebagai direktur utama tergantung hasil fit and proper test komisaris indepen­den dan direktur umum dari Otoritas  Jasa Keuangan (OJK) Maluku.

Menurut Komisaris Utama Bank Maluku Malut MAS Latu­consina, pelaksanaan RUPSLB akan digelar secara serentak untuk tiga agenda yaitu, pene­tapan direktur umum dan komi­saris independen serta peng­usu­lan pemberhentian direktur uta­ma dan pengusulan peng­ang­katan calon direktur utama.

“Kita mau lakukan sekaligus sehingga nanti setelah terima hasil dari OJK dalam RUPS nanti akan kita agendakan pelantikan direktur umum dan komisaris inde­penden, pengusulan pemberhen­tian dirut dan pengangkatan calon dirut,” jelasnya.

Kata Latuconsina, proses fit dan proper test  Direktur Umum dan Ko­misaris Independen tersebut masih berlangsung di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Maluku.

“Jadi kalau hasil fit and proper test keluar cepat maka langsung kita jadwalkan RUPSLB,” jelas La­tuconsina kepada Siwalima mela­lui telepon selulernya, Selasa (1/12).

Baca Juga: Brimob Maluku Terus Berupaya Cegah Klaster Baru

Menurut Latuconsina, pihaknya tidak mau melakukan RUPSLB beberapa kali, baik itu penetapan direktur umum dan komisaris inde­penden terpisah dengan pengu­sulan pemberhentian direktur utama dan pengusulan pengang­katan calon direktur utama.

“Kita mau lakukan sekaligus se­hingga nanti setelah terima hasil dari OJK dalam RUPS nanti akan kita agendakan pelantikan direktur umum dan komisaris independen, pengusulan pemberhentian dirut dan pengangkatan calon dirut,” terang Latuconsina.

Olehnya selama belum ada pengusulan pemberhentian Dirut Bank Maluku Malut saat ini maka Arief Burhanudin Waliulu tetap masih melaksanakan tugasnya.

“Awalnya memang kita agen­dakan RUPSLB dilakukan di bulan November kemudian dipertim­bang­kan lagi semuanya dilakukan sekaligus, sehingga tergantung hasil fit and proper test dari OJK,” tandasnya.

Ditambahkan pihaknya juga telah melakukan komunikasi de­ngan Gubernur Maluku Murad Is­mail terkait dengan jadwal RUP­SLB nanti.

“Pak gub pada prinsipnya siap kapan saja dilakukan RUPS, tapi kita ingin dilakukan sekaligus dan itu tergantung hasil fit nanti,” tuturnya.

November RUPS

Sebelumnya diberitakan, bulan November Bank Maluku Malut me­nggelar RUPSLB untuk memba­has pengunduran diri Arief Bur­hanudin Waliulu sebagai direktur utama.

“Tadi kita dewan komisaris telah melakukan rapat, dan menyetujui surat pengunduran diri Dirut Bank Maluku Malut A Burhanudin Waliulu dan segera memprosesnya se­suai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/04/2014 tentang dewan direksi atau dewan komisaris,” jelas Komisaris Utama Bank Ma­luku Malut, MAS Latuconsina ke­pada wartawan di ruang perte­muan lantai IV Bank Maluku Malut, Senin (19/10).

Menurutnya, dewan komisaris telah memutuskan untuk secepat­nya dilaksanakan RUPSLB, karena dianggap penting.

RUPSLB lanjutnya, akan dilak­sanakan di Kota Ambon dengan membahas beberapa agenda penting yaitu, pengunduran diri Dirut Bank Maluku Malut, Burha­nudin Waliulu.

“RUPSLB akan dilaksanakan di Kota Ambon bulan November dan tanggal pelaksanaan akan diten­tukan setelah berkonsultasi dengan pak gubernur. Dengan agenda yaitu, pengajuan surat pengunduran diri Dirut Bank Maluku Malut, Burhanudin Waliulu untuk mendapatkan persetujuan peserta RUPSLB,” ujarnya.

Selain itu, kata Latuconsina, apabila hasil fit and proper test yang dilakukan OJK terhadap dua calon direktur umum yang baru yaitu, A J Haulussy, Kepala Cabang Masohi dan Kepala Divisi Trisuri P Mahulette telah disetujui, maka pihaknya akan mengusulkan untuk ditetapkan dalam RUPSLB.

Ia mengakui, kinerja Burhanudin sebagai Dirut sangat baik dengan prestasi yang luar biasa diraih adalah Bank Maluku Malut bisa meningkat menjadi bank buku dua, yang awalnya buku satu, dengan modal diatas Rp 1 triliun dan aset Rp 8 triliun. (S-39)