Terbukti Aniaya, Dua Warga Tuni Dituntut 1,6 Tahun

AMBON, Siwalimanews – Terdakwa Melissa Alfons (27) dan Imelda Karyapi (38), dituntut penjara selama 1 tahun 6 bulan oleh JPU Kejari Ambon, Lilia Heluth dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (8/10).

Dua wanita yang bermukim di Dusun Tuni RT.001/RW.005, Kelurahan Urimessing, Kecamatan Nusaniwe ini, terbukti bersalah melakukan tindak pidana kekera­san bersama terhadap korban, Barba Lintje Pelata alias Lin. Perbuatan kedua terdakwa melanggar pasal 170 Ayat (1) KUHP tentang kekerasan bersama.

Sidang pembacaan tuntutan dipimpin majelis hakim yang diketuai, Hamjah Kailul dibantu Lucky Rombot Kalalo dan Philips Pangalila, Sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya Peny Tupan.

JPU dalam dakwaanya menye­but­kan, peristiwa menganiayaan bersama dilakukan pada 03 Mei 2019, sekitar pukul 17.15 WIT, tepatnya  di rumah korban di Dusun Tuni, RT.001/RW.005, Kelurahan Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Awalnya terdakwa II, Imelda Karyapi Alfons memukuli korban dengan menggunakan kepalan tangan kiri secara berulang-ulang kurang lebih lima kali bersama-sama terdakwa I Melisa Alfons.

Tidak hanya itu, korban pun di hajar oleh saudara terdakwa I, Hendrikson Alfons menggunakan tangan kanan dan terkena kepala bagian belakang korban sebanyak 1 kali.

Awalnya, korban bersama kedua terdakwa sudah saling bertengkar mulut, bahkan saling mengeluar­kan kata-kata makian, terkait masalah penempatan tempat ibadah secara sepihak oleh terdakwa selaku sekertaris unit dalam jemaat, tanpa berkoordinasi dengan korban yang adalah majelis  ( petugas pelayan ibadah).

Dari situlah korban marah-marah sehingga  korban mengeluarkan kata-kata kotor dan membuat kedua terdakwa marah dan akhirnya mela­kukan kekerasan bersama terhadap korban.

Tidak terima dengan sikap kedua terdakwa, korban langsung mela­porkan kasus ini di Polres Ambon untuk diproses hukum.

Setelah mendengar tuntutan jaksa, hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pledoi dari  kuasa hukum  terdakwa. (S-49)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *