AMBON, Siwalimanews – Tingginya harga bawang merah di pasar tradisional di Maluku capai Rp. 48.000 sampai dengan 60.000 perkilo gram, mendorong Pemerintah Provinsi Maluku, melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku bekerjasama dengan salah satu distributor mendistribusikan 28 ton bawang Merah dari luar Maluku.

“Tadi siang telah didatangkan 28 ton bawang Merah dari Kota  Enrekang, Provinsi Sulawesi Sela­tan sebanyak dua kontainer,” kata Kadis Ketahanan Pangan Maluku, Lutfi Rumbia, kepada Siwalima di kantor Gubernur Maluku, Senin (11/5).

Rumbia menjelaskan, tingginya harga bawang merah di pasar tradisional di Maluku karena minimnya pasokan dari sentra produksi bawang Merah.

“Harga bawang merah cukup tinggi mencapai 48 ribu sampai 60 ribu perkilo gram,” ujarnya.

Untuk menekan tingginya harga bawang, Pemprov Maluku melalui Dinas Katahanan Pangan bersama Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, bekerja sama dengan distributor yaitu UD. Dua Putra.

Baca Juga: Kelompok Pemuda Namaelo Sambangi Ribuan Warga

UD Dua Putra selama ini yang menjadi distributor bawang merah untuk dipasok ke pasar-pasar tradisional di Maluku. “Jadi mereka (distributor) membeli bawang merah dari Enrekang, Sulsel dan Pemprov Maluku dan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menanggung seluruh biaya distribusi atau transportasi dari Enrekang ke Makassar dan dari Makassar Ambon,” jelasnya.

Dengan jumlah 28 ton bawang merah yang masuk, diharapkan bisa menstabilkan harga bawang merah.

“Kami harapkan 28 ton bisa menstabilisasi pasokan dan harga ditingkat konsumen bisa turun dari harga saat ini atau masyarakat dapat membeli bawang merah dengan harga yang lebih merah,” pungkas Rumbia.(S-39)