AMBON, Siwalimanews – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus menunjukan eksistensinya dan kepedulianya ditengah masyarakat. Ini setelah partai besutan Muhaimin Iskandar ini komitmen sebagai partai hijau atau “Green Party” menjaga lingkungan dengan ekosistemnya demi keslamahatan rakyat.

Untuk itu, PKB di Maluku, melakukan aksi bersama penanaman pohon Mangrove dan pembersihan sampah plasik laut yang akan dilakukan secara serentak di DPC PKB 11 kabupaten/kota, Kamis (25/3).

“Upaya ini dilakukan sebagai komitmen PKB sebagai Green Party yang bukan saja peduli pada kemaslahatan manusia namun juga terlibat aktif melindungi lingkungan hidup,” ungkap Ketua DPW PKB Maluku, Basri Damis, Senin (22/3).

Tak hanya itu, Damis yang sudah memimpin DPW PKB Maluku, kurang lebih 5 periode mengatakan, aksi peduli lingkungan berupa penanaman pohon Mangrove dan pembersihan sampah plastik di Laut ini juga akan mengajak Bupati dan Walikota Se-Maluku, untuk bersama-sama dalam aksi peduli lingkungan di maksud.

“Kita akan mengajak Bupati dan Walikota di kabupaten/kota masing-masing untuk bersama-sama dengan PKB melaksanakan penanaman Magrove dan pembersihan sampah plastik Laut , karena para Bupati dan Walikota merupakan stakeholder utama terkait kebijakan yang pro lingkungan di daerah masing-masing,” jelasnya.

Baca Juga: DPRD KKT Terus Kawal Perjuangan PI Blok Masela

Damis menambahkan, upaya tersebut merupakan komitmen PKB sebagai Green Party atau partai hijau. Artinya PKB bukan hanya peduli pada manusia, tapi juga turut serta melindungi lingkungan hidup. Karena manusia dan lingkungan adalah kesatuan yang tak dapat dipisahkan.

“Ini semua kita lakukan untuk menjaga keseimbangan alam dan manusia. Bila alam lestari maka manusia juga bisa sehat sejahtera,” katanya.

Damis menjelaskan, mangrove punya manfaat vital dalam ekosistem laut. Yaitu mencegah abrasi pantai, gelombang pasang dan angin putting beliung. Selain itu Magrove mampu mensuplai oksigen dan menjadi tempat ideal plangton dan reproduksi ikan.

“Contohnya di Kepulauan Aru, disana hutan Mangrove luar biasa banyak, sehingga ikan juga banyak. Jadi secara tidak langsung mangrove yang kita tanam hari ini akan punya dampak ekologis dan ekonomi di sepuluh hingga 20 tahun mendatang. Ini investasi lingkungan yang sangat bagus,” tuturnya.

Selain penanaman Mangrove, juga akan diadakan pembersihan sampah plastik yang tersebar di laut. “Ambil contoh, diprediksi ada 10 ton sampah plastik yang dibuang oleh masyarakat di seputaran Teluk Ambon. Sampah ini dia akan menjadi racun karena tidak bisa meurai selama ratusan tahun. Akhirnya ekosistem terganggu, timbul penyakit, dan dampak negativ sistemik lainnya,” katanya.

Dia mengingatkan, masyarakat dan pemerintah daerah harus bisa sinergi melakukan upaya Bersama untuk melastarikan lingkungan.

“Yang kita lakukan ini adalah sebuah upaya kecil. Semoga bisa menginspirasi pihak-pihak lain terutama pemerintah daerah kabupaten/kota agar mampu membuat kebijakan yang pro terhadap lingkungan,” terangnya.

Damis menambahkan, kegiatan penanaman Mangrove dan pembersihan sampah plastik Laut ini adalah rangkaian dari akan di laksanakan kegiatan Muscab DPC PKB di 11 Kabupaten/kota. “ Setelah itu Kita juga akan melaksanakan musyawarah DPAC PKB di 118 Kecamatan Se-Maluku,“ pungkas Basri. (S-16)