AMBON, Siwalimanews – Meski total skoring 2,27 data sementara sudah memadai untuk menduduki level I pelaksanaan PPKM, namun Kota Ambon belum dapat menjalankannya. Lantaran target vaksinasi warga lanjut usia (Lansia) belum mencapai target.

Jubir satgas Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriaansz mengung­kap­kan, untuk data terakhir lansia yang tervaksinasi belum mencapai target 60 persen.

“Kita belum bisa ke level I itu karena untuk vaksinasi lansia, kita masih belum capai 60 persen. Kita masih berada di angka 53,3 per­sen dan masih kurang 6,7 persen,” ungkap Adriaansz kepada warta­wan di ruang kerjanya, Selasa (5/10).

Dikatakan, apabila vaksinasi lansia di Kota Ambon dapat mencapai target yakni 60 persen. Maka, dapat dipastikan pelaksanaan PPKM Level I dapat diberlakukan di Ambon.

“Kalau kita dapat mecapai 60 persen, itu oersyartn untuk kita dapat turun ke level I,” tandasnya.

Baca Juga: Pemindahan Gardu A4 di Eks Hotel Anggrek Terkendala Lahan

Persyaratan utama untuk menduduki level I, lanjutnya, adalah ketercapaian target vaksinasi lansia. Karena usia ini merupakan usia yang rentan terpapar Covid-19. “Itu yang harus capai 60 persen,” tegasnya.

Menurutnya, tak hanya lansia saja yang sementara ini sedang dikejar, namun. target pencapain penyuntikan dosis kedua jua sementara ini dikejar pihaknya guna pelaksanaan PPKM Level I.

“Kota Ambon sendiri vaksin kedua itu baru mencapai 109.324 jiwa  dari target 274194 atau kurang lebih 39,9 persen. Ini yang harus kita capai lagi jadi paling kurang vaksin kedua itu harus mencapai 50 persen. Nah ini akan kita kejar sampai dengan 14 Oktober ini kita berharap pencapain vaksinasi kedua itu sudah sampai kepada angka 50 persen,” ulasnya.

Ditambahkan, apabila tercapai maka dapat dipastikan aktivitas dibidang apapun di kota ini dapat terlaksana..

“Kalau itu bisa tercapai maka ditambah dengan target kita kepada lansia yang usia 60 tahun keatas maka kita yakin bahwa kita akan menuju ke level I dan kita akan segera menuju ke aktivitas ekonomi, aktivitas yang lainnya itu bisa segera kita lakukan,” pungkas Adriaansz. (S-52)