Tak Ada Lelang Jabatan
KASN Tolak Kompromi dengan Walikota
AMBON, Siwalimanews – Keputusan KASN tak bisa dirubah. Rekomendasi tidak akan diberikan kepada Pemkot Ambon untuk lelang jabatan.
KASN tidak akan kompromi dengan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy. Izin akan diterbitkan untuk lelang jabatan eselon II jika rekomendasi KASN yang meminta pejabat tinggi pratama dan puluhan ASN yang dicopot pada 29 Desember 2017 lalu dikembalikan ke jabatan semula, ditindaklanjuti oleh walikota.
“Apabila rekomendasi kami belum ditindaklanjuti, kita tidak akan menindaklanjuti permintaan seleksi terbuka untuk pejabat pemkot,” tandas Asisten KASN Bidang Pengaduan dan Penyelidikan, Pangihutan Marpaung yang dikonfirmasi Siwalima melalui telepon selulernya, Selasa (12/11).
Ditanya soal rencana walikota untuk merombak birokrasi pada Desember, Marpaung menegaskan, KASN tidak akan memberikan izin, jika walikota tidak menjalankan rekomendasi KASN.
“Kami tak akan berikan izin, intinya harus menjalankan rekomendasi kami dulu,” tandasnya lagi.
Soal keputusan KASN untuk melaporkan walikota ke presiden, kata Marpaung, surat ke presiden masih di meja pimpinan. “Suratnya sampai sekarang masih dipelajari pimpinan,” katanya.
Solusinya Ada di Walikota
Anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Ambon, Lucky Nikijuluw mengatakan, solusi mendeknya lelang jabatan di Pemkot Ambon ada di walikota. Jika walikota melaksanakan rekomendasi KASN, maka semuanya akan beres.
“Walikota harus melaksanakan rekomendasi KASN, kalau tidak lelang jabatan tidak bisa dilakukan, kalau dipaksakan cacat hukum, ilegal,” tandas Nikijuluw.
Nikijuluw mengatakan, pengusulan pangkat pejabat yang dilantik oleh walikota pasti akan ditolak oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Pasti ditolak karena rapat koordinasi dengan KASN, BKN dan DPRD pada saat itu sudah sepakat, walikota harus ditindaklanjuti rekomendasi KASN, kalau berani melakukan lelang jabatan, itu cacat hukum,” tegasnya.
Nikijuluw menilai, pelantikan pejabat yang dilakukan walikota di Hotel The Natsepa beberapa waktu lalu, itu cacat hukum.
“Jangan walikota diam-diam saja, saya yakin pelantikan kemarin itu semua cacat hukum, ilegal namanya,” tegasnya lagi.
Promosi Macet
Seperti diberitakan, langkah Pemkot Ambon mempromosikan sejumlah jabatan tinggi pratama terhalang larangan KASN.
Larangan bagi Pemkot melakukan lelang jabatan lantaran Walikota Ambon, Richard Louhenapessy membangkang terhadap rekomendasi KASN yang meminta pejabat tinggi pratama dan puluhan ASN yang dicopot pada 29 Desember 2017 lalu dikembalikan ke jabatan semula.
Pendekatan persuasif terus dilakukakan oleh KASN. Namun tak membuahkan hasil. Walikota tak mau menindaklanjuti rekomendasi itu.
Batas waktu kemudian diberikan KASN hingga 31 Maret 2019. Tetapi lagi-lagi, walikota cuek. Rekomendasi KASN tetap diabaikan. KASN habis kesabaran dengan sikap walikota. KASN menggelar pleno dan diputuskan untuk melaporkan walikota Ambon kepada presiden.
Sikap walikota yang memandang sebelah mata terhadap KASN tak hanya sampai di situ. Walikota menegaskan, dirinya tidak membutuhkan rekomendasi KASN untuk lelang dan seleksi jabatan eselon II. Ia mengaku, sudah mengantongi rekomendasi dari kemendagri, dan tidak perlu dari KASN.
“Kalau saya mau lantik minggu depan, saya lantik saja. ini soal kepentingan pemerintah kota saja. Nggak ada urusan saya dengan KASN dan sebagainya,” tandas walikota kepada wartawan usai pelantikan raja Negeri Laha, di ruang rapat lantai II Balai Kota Ambon, Senin (23/9).
Penegasan ini disampaikan walikota ketika dikonfirmasi soal permintaannya untuk melakukan mutasi jabatan eselon II ditolak oleh KASN.
Walikota menegaskan, tak ada urusan rekomendasi KASN dengan seleksi jabatan di lingkup pemkot. “Tidak ada kaitan dengan itu,” ujarnya dengan nada tinggi.
Walikota mengaku sudah mengantongi izin dari kemendagri untuk melantik pejabat eselon II. Tak perlu lagi ada rekomendasi dari KASN.
KASN Tolak
Sebelumnya Asisten Komisioner Bidang Pengaduan Penyelidikan KASN, Nurhasni yang dikonfirmasi menegaskan, walikota harus melaksanakan rekomendasi KASN soal non job puluhan ASN. Jika tidak, permintaan izin untuk seleksi jabatan tidak akan disetujui.
“Kami sudah menyampaikan tanggapan ke walikota pada Bulan Mei lalu terkait pelaksanaan seleksi jabatan. Kami belum menyetujui karena walikota selaku pejabat pembina kepegawaian (PPK) belum menindaklanjuti rekomendasi kami,” tandas Nurhasni, kepada Siwalima, Jumat (20/9) lalu.
Nurhasni menegaskan, lelang atau seleksi jabatan harus mendapat izin dari KASN. Kalau belum ada izin maka tidak bisa dilaksanakan. “Pemkot Ambon harus melaksanakan rekomendasi KASN, jika mau melakukan lelang jabatan,” tandasnya lagi.
Lelang Jabatan Sepi Peminat
Lelang jabatan untuk mengisi empat kursi eselon II yang kosong sudah dibuka sejak 13 Mei 2019 lalu. Namun belum membuahkan hasil.
Walikota sesumbar, kalau bulan September akan dilakukan fit and proper test. Tetapi hingga kini mandek.
Padahal bukan itu alasan yang sebenarnya. Ternyata lelang jabatan yang dilakukan sepi peminat. “Pejabat yang mendaftar belum capai kuota. Sepi peminat,” kata salah satu staf di BKD Kota Ambon, kepada Siwalima, Jumat (8/11).
Staf yang meminta namanya tak dikorankan ini mengungkapkan, para pejabat tak bersemangat untuk mengikuti lelang, karena Pemkot Ambon tidak direstui oleh KASN. “Ini kan tidak ada rekomendasi KASN, kalau tidak ada dampaknya kan fatal,” ujarnya.
Menurut dia, wajar saja kalau lelang jabatan eselon II sepi peminat, karena pejabat takut tidak bisa dilantik dan juga tidak bisa usul kenaikan pangkat.
“Semua sudah tahu kalau Pemkot Ambon bermasalah dengan KASN. Kalau ikut lelang dan lolos, sama saja tidak bisa dilantik dan usul naik pangkat,” tandasnya.
Ia mencotohkan, dua pejabat yang dilantik oleh walikota beberapa waktu lalu di Hotel The Natsepa, yaitu Pieter Leuwol dan Josiaz Loppies. Leuwol dilantik sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Sedangkan Loppies sebagai Kepala Satpol PP. Pengusulan kenaikan pangkat keduanya ditolak oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“BKN tak setuju pengusulan pangkat, karena harus ada rekomendasi dari KASN. Jadi kalau Pemkot masih terus bermasalah dengan KASN, maka lelang jabatan akan menjadi terhambat,” tandasnya
Menyerah
Walikota menyerah. Ia tak mau lagi melawan KASN. Orang nomor satu di Kota Ambon ini mengaku, akan bertemu KASN dan Menpan-RB untuk berkonsultasi soal lelang jabatan eselon II yang saat ini mandek.
“Saya nanti dalam waktu dekat akan ketemu dengan Menpan-RB dan KASN untuk berkonsultasi dan tanya petunjuk bagaimana agar ada kemudahan,” kata walikota kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Senin (11/11).
Walikota mengaku, lelang jabatan eselon II sementara dihentikan, sambil menunggu rekomendasi KASN.
Ditanya soal pernyataannya yang menegaskan, kalau ia tidak membutuhkan rekomendasi KASN, karena sudah mengantongi izin mendagri, walikota enggan berkomentar. Ia hanya mengatakan, pihaknya sementara menunggu rekomendasi KASN.
Ia juga mengatakan, bulan Desember akan dilakukan perombakan birokrasi. Semua jabatan yang kosong akan terisi.
“Desember itu kan saya akan evaluasi seluruh kinerja dari pejabat pemkot. Otomatis seluruh jabatan yang kosong akan diisi,” tandasnya.
Akibat tak Taat Aturan
Akademisi Hukum Tata Negara Unpatti, Hendrik Salmon menilai, macetnya lelang jabatan akibat walikota tidak taat aturan.
“Walikota harusnya tunduk pada aturan. Ini karena walikota tidak melaksanakan rekomendasi KASN mengembalikan pejabat yang dinon job itu pada jabatannya sejumlah,” tandas Salmon kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Senin (11/11).
Salmon meminta walikota melaksanakan rekomendasi KASN agar lelang jabatan tinggi pratama bisa dilakukan. “Laksanakan rekomendasi KASN, kalau tidak bagaimana lelang jabatan bisa dilakukan,” ujarnya.
Salmon mengatakan, KASN, BKN dan Kemendagri memiliki fungsi pengawasan yang terkait dengan masalah-masalah kepegawaian. Jika walikota tidak melaksanakan rekomendasi KASN, ketika ada pengusulan jabatan atau lelang otomatis pasti ditolak.
Salmon menilai, Kepala BKD, Benny Selanno dan Sekda Anthony G. Latuheru turut bertanggung jawab, karena tidak memberikan advis kepada walikota untuk melaksanakan rekomendasi KASN. “Akibatnya lelang jabatan tak bisa berjalan,” tandasnya. .(S-40)