DOBO, Siwalimanews – Menjadi daerah penghasil ikan yang belimpah namun berbanding terbalik dengan asupan gizi bagi balita di Kabupaten Kepulauan Aru.

Hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) mencatat prevalensi balita stunting di Kabupaten Kepulauan Aru tahun 2021 sebesar 35,8  atau dapat disebut diantara 100 balita terdapat 36 balita yang menderita stunting.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Aru, Muin Sogalrey ketika membuka kegiatan diseminasi audit kasus stunting yang berlangsung di lantai II kantor Bupati, Senin (14/11).

Dalam sambutannya ia menekankan stunting merupakan ancaman utama pemerintah di bidang kesehatan karena stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas hidup sebagai dampak dari terganggunya pertumbuhan otak dan perkembangan metabolisme tubuh dalam jangka panjang.

“Jadi pemerintah menetapkan percepatan penurunan stunting sebagai salah satu program prioritas nasional,” tegasnya.

Baca Juga: Dinkes Launching Gerakan Ambon Bebas TBC

Dari data diatas dapat menjadi petunjuk bahwa masih tingginya kerentanan anak balita sebagai generasi masa depan Aru yang disebabkan karena kekurangan gizi kronis.

Olehnya ia mengajak kepada semua pihak untuk bekerja ektra, kerja cerdas dan kerja tepat guna percepatan penurunan stunting menjadi 14 persen di tahun 2024 nanti.

Untuk itu pemda telah membentuk tim audit kasus stunting untuk menemukan akar penyebab stunting dan berupaya menemukan solusi intervensi terpilih guna mempercepat penurunan stunting.

Sebagai penanggungjawab tim audit stunting sekaligus dalam kapasitas selaku pimpinan daerah, ia ingatkan pentingnya transparansi data kasus stunting yang selama ini terkesan tertutup dalam penyampaiannya.

“Kepada tim percepatan penurunan stunting kedepan kiranya setiap tiga bulan sekali pemutakhiran data kasus stunting dapat disharing untuk menyelesaikan masalah stunting di Kabupaten Kepulauan Aru ini,” pintahnya.

Diakhir sambutan ia juga meminta agar pertemuan ini hasilnya akan menjadi rekomendasi dari tim pakar yang terdiri dari dokter spesialis anak, ahli gizi dan psikolog dapat memberi alternatif solusi terbaik atas masalah stunting di Kepulauan Aru dan sekaligus rekomendasi tim pakar ini dapat dituangkan dalam penyusunan rencana kerja di tahun 2023. (S-11)