SPBU Rasyid Utamakan Layani Jerigen

Terkesan Biarkan Kendaraan Antri

DOBO, Siwalimanews – Antrian panjang kenderaan di Station Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Rasyid Dobo, maih saja terjadi. Pemandangan di SPBU seperti ini sudah terjadi berbulan-bulan dikarenakan pihak pengelola mengijinkan petugas SPBU melayani pembelian BBM dengan menggunakan wadah jerigen.

Bahkan, para petugas SPBU lebih mengutamakan melayani masyarakat yang menggunakan jerigen ketimbang kendaraan yang mengantri.

Bukan hanya itu, dari penelusuran Siwalimanews, sejumlah pengusaha menggunakan jasa sepeda motor dengan tangki besar seperti sepada motor Suzuki tander, Yamaha Scorpion, maupun Yamaha bison untuk mengisi BBM di SPBU, kemudian BBM dari sepeda motor tersebut disalin ke dalam drum atau jerigen untuk kemudian dijual lagi atau dipakai untuk keperluan operasional perushaan.

Yang tak masuk diakal lagi, sepeda-sepeda motor yang dipakai para pengusaha ini dalam sehari mereka bisa mengantri di SPBU untuk melakukan pengisian 10 kali. Kondisi ini sudah berbulan-bulan lamanya terjadi, namun tidak pernah tersentuh pengawasan, baik dari pihak pemda maupun Pertamina bahkan kepolisian.

Lantaran kondisi seperti ini terjadi setiap hari, sehingga masyarakat kini mulai resah bahkan mereka berpikir terjadi kelangkaan BBM di Kota Dobo dan sekitarnya.

“Kita juga heran kok kendaraan antri panjang seperti ini dibiarkan oleh petugas SPBU, sementara mereka asik-asiknya melayani yang gunakan jerigen. Kalau begini sebaiknya SPBU ini dikhusukan bagi yang gunakan jerigen dan kendaraan bermotor dilarang,” ucap Yahanes salah satu pengemudi mobil yang ditemui Siwalimanews  di SPBU tersebut Rabu (13/11).

Padahal kata dia, Pertamina punya SOP, SPBU dilarang keras menjual BBM aik premium, solar dan lainnya pada wadah plastik/jerigen, karena, jerigen mengandung aliran listrik statis ditambah uap panas yang tertampung dalam jerigen maupun kesalahan pengisian dapat memicu terjadi kebakaran yang sangat cepat.

Kepala Disperindag Kabupaten Kepulauan Aru, A L O Tabela ketika di konfirmasi Siwalimanews, melalui telepon selulernya terkait hal ini, berjanji akan memanggil pimpinan atau pengelola SPBU Razyid.

“Pemanggilan pimpinan SPBU Razyid ini untuk dimintai keterangan serta pertangungjawabannya terkait hal ini sesuai dengan keluhan masyarakat yang disampaikan kepada kami,” janjinya. (S-25)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *