Sosialisasi Pencegahan Penyebaran HIV/AIDS Perlu Ditingkatkan

AMBON, Siwalimanews – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, Morits Tamaela mengatakan, Dinas Kesehatan Kota Ambon lebih meningkatkan sosialisasi pencegahan penyebaran virus HIV/AIDS.

Dengan meningkatkan kasus HIV/AIDS tahun 2019 di Kota Ambon pada tahun 2019 147 kasus baru untuk HIV, dan 39 kasus baru untuk AIDS, bukan berarti ini langkah baik.

“Terkait dengan kasus HIV/AIDS di Kota Ambon, kami juga mem­beri­kan penjelasan kepada dinas, bahwa proyeksi atau deteksi terhadap penyebaran virus oleh orang de­ngan HIV, Ini harus disikapi dimana dinas harus memberikan nuansa yang sejuk kepada masyarakat di kota ini,” ujar Tamaela.

Menurutnya, Dinkes harus mela­kukan sosialisasi atau metigasi penyebaran HIV/AIDS seperti apa, karena memang program tahun 2020 itu, sehingga masyarakat juga diberi­kan pengetahuan dan pemahaman yang tepat.

Prinsipnya, kata dia, masyarakat harus menerima edukasi yang baik mi­nimal dalam lingkungan keluarga, pen­didikan, masyarakat sehingga virus itu tidak menyebar semakin meluas, karena masyarakat sudah diba­ngun dengan pemahaman yang tepat.

Selain  itu tambahnya, penyebaran virus yang tidak dapat terkontrol dengan baik akan membuat banyak orang terjangkit, karena itu dengan pemahaman yang tepat bisa dipro­teksi dan dideteksi, lalu ada langkah pencegahan atau antisipasi dalam me­nekan lajunya percepatan kasus ini.

Sebelumnya, anggota Komisi I, Christianto Laturiuw meminta, Dinkes untuk bekerja keras, agar angka pengidap HIV/AIDS di Kota Ambon dapat diturunkan.

“Dinskes harus melihat akar ma­salah penyebab HIV/AIDS, sehing­ga langkah pencegahan yang akan dilakukan betul-betul terarah dan menjadi jelas, karena ada banyak hal yang menjadi penyebab utama timbulnya kasus ini,” kata Laturiuw kepada wartawan di Baileo Rakyat Belakang Soya, Kamis (5/12).

Menurutnya,  tahun 2030 merupa­kan tahun dimana Kota Ambon harus bebas dari HIV/AIDS. Itu adalah target dari pemerintah. Oleh karena itu, Dinkes harus bekerja keras melakukan berbagai hal agar target mereka bisa dicapai.

Ia mengatakan, Dinkes perlu melakukan kerja sama dengan Trans­­­migrasi, sebab Kota Ambon adalah pusat kota, dimana banyak warga pendatang ke Kota Ambon yang perlu ditelusuri jangan sampai itu juga salah satu penyebabnya.

Penyuka Sesama Jenis

Seperti diberitakan sebelumnya, Data Dinas Kesehatan Kota Ambon menyebutkan, pengidap HIV atau virus yang merusak sistim kekebalan tubuh didominasi penyuka sesama jenis atau lelaki seks lelaki (LSL) dan ibu hamil.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, Wendy Pelupessy ke­pada wartawan Rabu (4/12) menga­takan, untuk Kota Ambon periode Januari-Oktober 2019, terdapat 147 kasus baru untuk HIV, dan 39 kasus baru untuk AIDS.

Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan 2017 dan 2018, dimana untuk tahun 2017 terdapat 168 ka­sus HIV dan 37 kasus AIDS, dan ta­hun 2018  tercatat 252 kasus HIV dan 34 kasus AIDS.

Menurut Pelupessy, dari 147 kasus, pihaknya sudah mencurigai sejumlah kelompok atau populasi sesuai fenomena gunung es. Untuk populasi masyarakat yang terjangkit kasus HIV ditemui LSL, waria, wanita pekerja seksual (WPS), dan ibu hamil. Rentang usia kelompok ini rata-rata 14-50 tahun ke atas. (S-19) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *