NAMLEA, Siwalimanews – Babinsa Koramil 1506-03 Airbuaya Serda Alu mengajarkan Pancasila dan UUD 45 kepada puluhan siswa SD Airbuaya.

Pembelajaran yang dipusatkan di Walang Belajar, Jumat (14/1) itu, Serda Alu menjelaskan tentang apa itu Pancasila dan UUD 45 kepada para siswa SD.

Puluhan siswa ini terlihat antusias belajar bersama di walang belajar hingga selesai dan sangat bergembira ria saat diajak foto bersama Babinsa Serda Alu.

Usai memberikan pelajaran Serda Alu juga memberikan bantuan berupa alat tulis dan buku pada puluhan pelajar ini.

Pasiter Kodim 1506 Namlea, Kapten Inf Haris Tumenggung yang dihubungi terpisah menjelaskan, Pancasila memiliki enam karakteristik utama, yakni bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bergotong royong, serta berkebhinnekaan global.

Baca Juga: Hilang Kendali, Mobil Pick Up Masuk Jurang

Untuk itu, pendidikan tentang Pancasila dan juga UUD 45 sangat  penting untuk anak yang akan menghadapi kehidupan sosial, hingga mereka besar kelak.

“Guna menanamkan nilai pancasila, para orang tua di rumah dan para guru di sekolah bisa melakukan beberapa hal terkait dengan sila pertama, diantaranya ajarkan anak beribadah bersama,” ujarnya.

“Selain itu, lewat doa kita bisa ajarkan kepada anak, bahwa kita harus bersyukur setiap saat, seperti membiasakan berdoa sebelum makan dan tidur,” tambahnya.

Cara sederhana mengenalkan sosok Yang Esa kepada anak kata Pasiter, bisa ditampilkan lewat kisah-kisah nabi di kitab suci, yang menceritakan kebaikan-kebaikan Tuhan.

Berkumpul bersama sanak saudara, teman atau tetangga bisa menjadi cara untuk menumbuhkan nilai sila kedua kepada anak. Lewat interaksi tersebut, anak-akan memahami seperti apa perasaan empati dan simpati.

Untuk memahaminya, orang tua bisa mencontohkan seperti apa cara menghibur teman yang sedang menangis, menolong saudara yang sedang kesusahan, dan masih banyak hal lainnya.

“Cepat atau lambat anak akan mengikuti hal tersebut dan akhirnya, ia akan paham seperti apa nilai sila kedua dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia mengaku, tidak rumit untuk mengajarkan anak makna dari sila ketiga. agar anak mengerti bagaimana bertoleransi dan tak membeda-bedakan teman, kenalkan si kecil dengan teman-teman dari beragam suku dan daerah. Katakan kepadanya bahwa Indonesia terdiri dari ribuan pulau sehingga wajar bila anak mempunyai teman berbeda ras dan agama.

Cara sederhana untuk menanamkan nilai sila keempat adalah dengan menanyakan pendapat anak akan setiap hal yang akan dilakukan bersama. Misalnya saja, tanyakan kepada anak menu makan malam nanti dan mendiskusikannya bersama untuk menentukan pilihan.

“Orang tua juga bisa memberikan kebebasan kepada anak, untuk memilih apa yang ingin dia pakai atau mainan yang ingin ia mainkan,” tuturnya. (S-31)