AMBON, Siwalimanews – ASN siap-siap kecewa, karena Pemerintah Kota Ambon kembali mengundur proses pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk bulan November.

Sesuai rencana awal, TPP bulan November harusnya dicairkan pekan ini namun harus ditunda lagi sepekan kedepan.

Kepala Bagian Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Ambon, Apries Gaspersz mengungkapkan pengusulan telah diterima namun proses pencairan baru dilakukan pekan depan.

“Minggu depan kita kanju bayarkan untuk yang bulan November,” tandasnya kepada Siwalima di Balai Kota Ambon, Rabu (10/6).

Dirinya mengungkapkan, pihaknya tetap akan melaksanakan pembayaran TPP bulan November itu dalam bulan ini, dan tak akan ada pengunduran lagi.

Baca Juga: Pangkogabwilhan III Kunjungi Kodam Pattimura

“Bulan ini kita bayar,” tegasnya.

Lanjutnya, untuk sementara ini proses pencairan TPP bulan April sedang berjalan. Sehingga dirinya meminta kepda para pegawai yang belum menerima, untuk getap bersabar sebab tetap akan dibayarkan.

“Bulan ini sementara dibayarkan,” pungkas Apries tanpa menjelaskan alasan penundaan.

Minggu Ini

Seperti yang diberitakan sebe­lum­nya, tertunda sejak November, pemerintah kota Ambon (Pemkot) akhirnya segera melunasi tamba­han penghasilan pegawai (TPP) pegawai yang ditargetkan pekan ini.

Kepala Badan Pengelolaan Ke­uangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Ambon, Apries Gaspersz menyatakan pihaknya segera me­lakukan pencairan kepada pegawai yang pencairan pertama belum sempat mendapat hak mereka.

“Minggu depan kita bayar TPP yang hutang,” tandasnya kepada wartawan di Baeleo Rakyat, Kota Ambon, Jumat (4/6).

Diakuinya, pihaknya akan segera mengusulkan pelunasan TPP sejak bulan November di hari Rabu (9/6) mendatang.

“Kalau misalnya Senin berpro­ses, berarti paling terlambat hari Rabu kita bikin permintaan untuk hutang sisa,” ungkap Gaspersz.

Lanjutnya, untuk sementara ini pihaknya sedang melakukan pencairan TPP bulan April, kepada pegawai pemkot yang memiliki hak untuk menerima.

“Hari ini (Jumat-Red) kami sudah mulai membayar yang bulan April TPP,” katanya. (S-52)