JAKARTA, Siwalimanews – Penyebaran virus corona masih terus terjadi, bahkan menunjukkan peningkatan signifikan di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Salah satu munculnya lonjakan kasus Covid-19 yakni kian menye­barnya berbagai varian baru virus SARS-CoV-2 yang memiliki karakter lebih mudah menular, seperti varian Alpha, Beta, dan Delta.

Di Indonesia sendiri, kasus Covid-19 telah menembus angka 2 juta kasus pada Senin (21/6).

Kendati terus menyebabkan korban jiwa, tidak sedikit yang menganggap Covid-19 hanyalah akal-akalan Peme­rintah atau segelintir orang untuk mendapatkan keuntungan dari pan­demi yang dibisniskan.

Belum lagi keyakinan keliru soal diagnosis Covid-19 pada seseorang yang justru mereka sebut sebagai “dicovidkan”.

Baca Juga: Menkes Lapor Presiden: Kasus Covid-19 Meningkat Luar Biasa

Karenanya, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan seluruh jaja­rannya untuk menangani virus Corona varian Delta.

Arahan Presiden itu demi memper­kuat implementasi lapangan untuk program PPKM mikro dan mem­percepat vaksinasi Covid-19.

Demikian dikatakan Menteri Ke­sehatan Budi Gunadi Sadikin, usai melaporkan perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia, kepada Presi­den Joko Widodo secara virtual, Senin (21/6).

Menkes juga mengaku sudah mela­porkan berbagai kabar yang ber­kembang di publik perihal pandemi Covid-19 beberapa waktu terakhir.

Menkes pun menuturkan ada lon­jakan kasus Covid-19 yang signifi­kan beberapa waktu belakangan.

“Dan arahan beliau sangat jelas. Beliau memberikan arahan dua hal agar kita menangani di sisi hulunya dengan baik sehingga mengurangi tekanan ke sisi hilirnya. Di mana kita bisa menangani agar mencegah orang sehat ini tidak menjadi sakit bukan hanya menangani orang yang sudah sakit menjadi sembuh,” lanjutnya.

Dalam keterangan pers setelah rapat terbatas, Menkes mengaku sudah melaporkan berbagai kabar yang berkembang di publik perihal pandemi Covid-19 beberapa waktu terakhir.

“Di ratas tadi sudah kami lapor­kan mengenai berita-berita di mas­yarakat yang beredar mengenai kondisi di rumah sakit kita, perawat kita dan obat-obatan kita,” ujarnya.

Menurutnya, Kemenkes sudah mempersiapkan diri berdasarkan pengalaman peningkatan kasus pada periode Januari-Februari awal tahun ini.

“Kami sudah mempersiapkan sejak dini jumlah tidur yang ada, obat-obatan yang diperlukan, per­ala­tan seperti APD dan juga masker yang dibutuhkan termasuk juga tenaga kesehatannya,” katanya.

Mantan Wakil Menteri BUMN itu pun menuturkan ada lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan beberapa waktu belakangan.

“Kami sampaikan memang sampai saat ini terjadi peningkatan yang luar biasa dan itu penting untuk bisa fokusnya bukan hanya di sisi hilir di sisi RS, di sisi penanganan orang sakit, tapi lebih penting lagi fokus ke sisi hulu bagaimana kita men­cegah agar orang sehat ini jangan menjadi sakit,” katanya.

Berlakukan PPKM

Setelah melewati tahap evaluasi panjang, akhirnya Kota Ambon me­laksanakan pemberlakuan pembata­san kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro, pada Kamis (24/6) besok.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriaansz mengatakan, pelaksanaan ini sesuai dengan ins­truksi Kementerian Dalam Negeri nomor 14 tahun 2021 tentang per­panjangan PPKM skala mikro, dan Instruksi Gubernur Maluku nomor 1 tahun 2021.

“Dan kerana itu Pak Walikota Ambon, telah meriliskan instruksi walikota nomor 1 tahun 2021 ten­tang pemberlakuan PPKM skala mikro, yang direncanakan mulai pada tanggal (24/6),” kata Adriaansz kepada wartawan, Selasa (22/6).

Menurut dia, Pemkot telah mela­kukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat, terkait dengan pene­rapan PPKM skala mikro ini.

“Instruksi walikota ini telah dikeluarkan sejak tanggal (14/6), dan tanggal (15/6) telah dilakukan so­sialisasi. Agar masyarakat tau pak walikota mengeluarkan instruksi,” ungkapnya.

Bahkan, penjelasan terkait ins­truk­si yang mengatur penerapan PP­KM skala mikro pun telah dilakukan pada seluruh lurah, kades, raja yang ada di Kota Ambon.

Disinggung terkait dengan waktu operasional mall, tempat makan, dll, yang diberlakukan bertentangan de­ngan instruksi pemerintah pusat (Pempus), Adriaansz mengungkap­kan, pemberlakuan itu tentunya dilaksanakan sesuai dengan kebutu­han masyarakat.

“Yang menjadi pertimbangan per­tama, Kota Ambon masih berada di zona orange dengan skor 2,09. Saat ini dengan kondisi pandemik, khu­susnya masyarakat menengah ke bawah, ini menjadi pencaharian mereka, nah oleh sebab  mutu dua hal ini yang menjadi dasar penting untuk memberikan sedikit kelong­garan bagi masyarakat khususnya kuliner malam untuk mereka ber­dagang sampai dengan pukul 23:00 WIT,” jelas Adriaansz.

Ditambahkannya, kelonggaran ini terus akan dievaluasi seiring dengan bertambah atau berkurang angka terkonfirmasi di Kota Ambon. Atau dengan kata lain, skorsing kembali anjlok.

Untuk diketahui, berdasarkan surat edaran Walikota Ambon, yang merupakan turunan dari Instruksi walikota nomor 1, maka jam-jam operasional seperti yang di awal, misalnya mal-mal, supermarket, mini market, Hypermart, kemudian Indomaret, kemudian alfamidi yang sebelumnya itu buka sampai dengan jam 22:00 WIT malam, kita kembalikan ke jam 21:00 WIT, begitu juga SPBU kembali ke jam 21:00 WIT. Kuliner kita kembalikan ke 23:00 WIT.

Gejala Varian Delta

Pusing dan sakit tenggorokan seringkali dianggap sebagai gejala penyakit flu biasa. Tapi, jika kamu mengalaminya, sebaiknya mulai khawatir. Karena itu bisa jadi gejala terinfeksi virus corona varian Delta asal India.

Baru-baru ini terungkap bahwa lonjakan kasus Covid-19 di Kudus disebabkan oleh varian baru B1617 asal India atau juga disebut delta.

Awal mula penularan tersebut berasal dari Pekerja Migran Indonesia yang pulang ke Kudus melalui transportasi laut dari India.

“Sudah terkonfirmasi itu adalah varian baru yang masuknya dari PMI melalui pelabuhan laut, banyak yang datang dari India sehingga masuk dari sana varian baru itu, sudah kita teliti, hasilnya baru keluar sekitar dua hari yang lalu, bahwa memang yang di area Kudus adalah varian baru yang datang dari India,” kata Menkes. (S-52/S-51)