Setubuhi Pacar Teman, Pemuda Ini Divonis Tiga Tahun

AMBON, Siwalimanews – Terdakwa Azisbatawi alias Ciko divonis tiga tahun penjara oleh majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (8/10, karena menyetubuhi pacar teman.

Pemuda 23 tahun ini dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 289 KUHPidana.

Vonis majelis hakim yang dike­tuai Jeny Tulak, didampingi Jimmy Wally dan Cristina Tetelepta sela­ku hakim anggota sama dengan tun­tutan JPU Kejari Ambon, Lilia Heluth.

Dalam putusannya majelis hakim menegaskan, hal-hal yang membe­rat­­kan terdakwa adalah perbuat­annya melanggar hukum dan mem­buat malu korban. Sedangkan yang meringankan, terdakwa berlaku so­pan selama persidangan, mengakui perbuatannya dan belum pernah dihukum.

Terhadap putusan majelis hakim itu, penasehat terdakwa, Ronald Salawa­ne maupun JPU menyatakan mene­rima.

Untuk diketahui, tindak pidana persetubuhan yang dilakukan warga Negeri Lima, Kecamatan Leihitu, Ka­bu­paten Maluku Tengah ini terjadi pada 13 Februari 2019 sekitar pukul 23.30 WIT. Lokasinya di salah satu rumah kosong, perbatasan Negeri Lima dan Seith.

Perbuatan bejat terdakwa Ciko itu berawal, ketika korban berada di ru­mahnya. Kemudian pacarnya Baha­rudin Mahulauw menghubungi kor­ban melalui telepon dan meminta keduanya bertemu di Negeri Lima.

Baharudin lalu meminta terdakwa Ciko untuk menjemput korban di rumahnya dengan sepeda motor. Usai bertemu, dia kembali menyuruh terdakwa untuk membawa pulang korban ke rumahnya.

Dalam perjalanan, terdakwa ber­alasan kalau ingin pergi mengambil switer terdakwa di rumahnya. Dia lalu bersama korban menuju rumahnya. Tetapi sampai di perbatasan Negeri Lima dan Seith, terdakwa menghenti­kan sepeda motornya dan menarik tangan korban untuk masuk ke dalam salah satu rumah kosong.

Terdakwa yang sudah dikuasi nafsu, langsung membanting tubuh korban di dinding . Saat hendak me­lan­car aksi bejatnya, korban kabur. Namun karena gelap, korban berha­sil ditangkap terdakwa dan dibawa kembali ke rumah kosong itu.

Terdakwa berhasil menyetubuhi kor­ban dengan paksa. Korban yang terus berontak berhasil melarikan diri dan bersembunyi di daerah kawasan Negeri Asilulu. Terdakwa mengejar kor­ban, namun tidak menemukan korban.

Korban kemudian mencari jalan keluar untuk pulang ke rumahnya. Saat itu korban berjalan di pesisir pantai, dan melihat ada anggota TNI. Korban kemudian meminta tolong ke anggota tersebut untuk mem­bawanya pulang ke rumah.

Keesokan harinya,  korban mela­porkan perbuatan bejat terdakwa ke polisi. (S-49)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *