AMBON,Siwalimanews – Anggota DPRD Kota Ambon Hadiyanto Djunaidi minta kepada semua fasilitas kesehatan yang mendapatkan ijin pemeriksaan PCR wajib menurunkan harga pemeriksaan sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang ditindaklanjuti oleh Kementerian Kesehatan.

“Fasilitas kesehatan yang melayani pemeriksaan PCR harus secepatnya menyesuaikan harga pemeriksaan sesuai instruksi tersebut,” tandas Djunaidi kepada Siwalimanews, di Baileo Rakyat Belakang Soya, Rabu (3/11).

Pemerintah kata Djunaidi, sudah menetapkan batas tarif tertinggi pemeriksaan PCR. Ini merupakan salah satu upaya, untuk memperkuat pengetesan kasus Covid-19. Untuk itu, seluruh faskes baik rumah sakit, klinik, dan laboratorium harus mematuhi ketentuan tersebut.

“Jangan sampai pemerintah sudah menurunkan harga tes PCR, tapi ada faskes yang masih saja mengakali rakyat dengan tambahan biaya ini itu lagi, ini yang harus diperhatikan oleh Dinkes Kota Ambon,” ujarnya.

Untuk itu, Djunaidi minta kepada Dinas Kesehatan Kota Ambon, berperan penting dalam melihat sekaligus melaksanakan instruksi Presiden terkait hal ini.

Baca Juga: Mendadak, Empat Dokter Spesialis di RSUD Haulussy Dimutasi

Dinas Kesehatan Kota Ambon harus mengambil peran dengan menyurati setiap faskes yang melayani pemeriksaan PCR, untuk menyesuaikan harga pemeriksaan sesuai instruksi Presiden dan kementerian Kesehatan.

“Kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini intruksi Presiden untuk penurunan harga PCR, merupakan harapan seluruh masyarakat, karena PCR menjadi hal yang paling penting bagi pelaku perjalanan,” cetusnya.

Jika masih saja ada faskes menggunakan harga lama tegas Djunaidi, maka pihaknya akan menyampaikan hal ini ke Komisi I, agar mengundang Dinas Kesehatan untuk mempertanyakan alasan belum diturunkannya tarif pemeriksaan PCR di sejumlah faskes yang ada di Kota Ambon.

Sebagaimana diberitakan, sekalipun pemerintah sudah menurunkan harga PCR Rp300 ribu, namun laboratorium Fakultas Kedokteran Unpatti sampai sekarang masih berlakukan harga Rp525 ribu untuk sekali PCR.

Nyonya Sherly, warga Kota Ambon mengaku resah dengan masih diberlakukannya harga PCR yang lama. Seharusnya, Pemerintah Kota Ambon dan Pemprov Maluku melakukan sosialisasi kepada fasilitas kesehatan yang sudah mengantongi izin uji PCR pasca Presiden menurunkan harganya.

Dari pengakuan warga yang menjalani tes PCR di lab Unpatti disebutkan stok lama belum dihabiskan sehingga harga masih tetap berkisar Rp500 ribu lebih sekali tes. “warga sudah susah, jangan lagi dibikin susah,” kata Sherly.

Kepala Laboratorium PCR Fakultas Kedokteran Unpatti, Ginno Limon yang dikonfirmasi melalui telepon seluler enggan berkomentar menyangkut harga PCR yang masih tinggi itu.

Liemon beralasan masih sibuk sehingga belum mau berkomentar terkait penurunan harga PCR. (S-51)