AMBON, Siwalimanews – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Masyarakat dan Desa (DP3AMD) Kota Ambon, Rulien Purmiasa, minta agar setiap desa harus miliki program padat karya tunai.

Menurutnya, beberapa desa di Kota Ambon yang memanfaatkan dana desa untuk melaksanakan program itu. Pasalnya DD yang ditransfer pemerintah pusat ke desa, harus dipedomani adalah untuk menjaga ekonomi masyarakat di pedesaan, maka DD wajib digunakan untuk program padat karya tunai dengan skema swakelola.

“Ini merupakan program atau pekerjaan fisik yang dilakukan dalam bentuk swakelola dengan menggunakan banyak orang yang ada di desa dan upahnya nanti dibayar lewat DD yang disalurkan pemerintah pusat,” ungkap Purmiasa kepada Siwalimanews di Balai Kota,  Kamis (6/8).

Menurutnya, program padat karya tunai ini dimaksudkan untuk masyarakat miskin, menganggur dan kelompok marjinal lain agar tetap mendapatkan penghasilan ditengah pandemi, sehingga, stabilitas ekonomi masyarakat desa bisa tetap terjaga.

“Program ini dalam bentuk pekerjaan fisik yang dikerjakan secara swakelola yang menggerakan banyak orang dan upah pekerja dibayar secara harian. Ini untuk menjaga agar masyarakat tetap memiliki pendapatan di tengah ekonomi yang makin sulit,” ucapnya.

Baca Juga: Bahas RPH Tawiri, Komisi III akan Panggil Kadistan

Ia mencontohkan pekerjaan pada program padat karya tunai ini seperti pekerjaan pembuatan saluran air, penghijauan ataupun perbaikan jalan setapak yang ada di desa.

Selain itu, DD juga dapat dimanfaatkan untuk penanganan wabah covid-19 yang saat ini masih melanda Kota Ambon.

“Pemanfaatan DD ada yang sudah lakukan padat karya tunai, tapi rata-rata ada juga yang sudah terpakai untuk BLT dan penanganan wabah covid-19,” tuturnya. (Mg-5)