AMBON, Siwalimanews – Rumah Sakit Umum Pusat dr J Leimena, resmi mulai beroperasi hari ini, Rabu (27/6) untuk menangani pasien Covid-19.

Ketua Harian Gugus Tugas Maluku Kasrul Selang mengatakan, rumah sakit ini dikhususkan buat pasien-pasien Covid-19 yang sudah terkonfirmasi hasil PCR.

“Kita hari ini melihat operasional RSUP dr J Leimena, sudah mulai untuk operasional dan untuk sementara rumah sakit ini hanya melayani pasien yang benar sudah terkonfirmasi positif sesuai hasil PCR,” ungkap Kasrul usai meresmikan pengoperasian RSUP dr J Leimena, Rabu (27/5).

Dijelaskan, saat ini jumlah paisen Covid-19 terus bertambah dari hari ke hari terus bertambah, sementara fasilitas rumah sakit maupun tenaga medis sangat minim, sehingga dengan beroperasinya RSUP ini sudah sangat membantu Pemprov Maluku dalam penanganan pasien Covid-19.

“Kita punya rumah sakit yang ada kurang lebih cuma tersedia 80 kamar untuk RSUD Haulussy, RST dan lainnya. Kita juga punya rumah sakit alternatif yang ada di BPSDM dan LPMP ada 165 kamar, sementara kita punya pasien itu setiap harian bertambah 10-12 orang dan sampai kemarin statusnya ada 170 PCR,” ujarnya.

Baca Juga: Tiga Korban Kapal Tenggelam di Dobo Belum Ditemukan

Namun dengan penambahan RSUP ini, kata Kasrul ada 200 tempat tidur. Untuk itu  atas nama gugus dan Pemprov Maluku mngucapkan terimakasih kepada Dirut RSUP dan jajarannya serta Kemenkes yang sudah mengijinkan dipakainya rumah sakit ini.

Selain itu, karena ini rumah sakit baru, maka diharapkan juga kepada pasien dan tenaga-tenaga medisnya yang akan ditugaskan disini, kiranya dapat menjaga rumah sakit ini, sebab RSUP merupakan rumah sakit di Indonesia timur yang paling bagus, mewah dan megah.

“Kemarin kita desainnya untuk RS tipe A, tapi ternyata operasinya tipe B, maka kita harapkan ada kerjasama yang baik sehingga kedepan ketika di operasikan untuk pelayanan umum sudah bisa tipe A,” ujarnya.

Sedangkan untuk tenaga medis yang akan bertugas di RSUP itu sekitar 120 orang yang berasal dari seluruh rumah sakit dan puskesmas di kota ini. Sementara untuk protabnya mulai dari pasien masuk sampai pulang itu diatur oleh tim medis disini.

Menyoal tentang 10 pasien Covid-19 yang rencanannya hari ini, dievakuasi pindah dari RSUD Haulussy ke RSUP apakah sudah dilakukan, Sekda mengaku direncanakan hari ini 10 pasien di RSUD dipindahkan ke RSUP, namun sampai saat ini baru 5 pasien yang dipindahkan.

“Ia rencananya hari ini 10 pasien dipindahkan dari RSUD Haulussy ke RSUP sekaligus peresmian pengoperasiannya, namun baru 5 pasien yang dipindahkan sampai siang ini, tapi saya pastikan hari ini 5 pasien sisanya juga tetap akan dievakuasi ke sini,” tandas sekda.

Sementara itu Direktur RSUP dr J Leimena Calestinus Eigya Munthe menambahkan, hari ini rumah sakit mulai dioperasionalkan dan akan menerima pasien rujukan pertama dari RSUD Haulussy Ambon,.

“Kita operasionalkan rumah sakit ini, khusus untuk pasien Covid-19 saja yang dirujuk, kita belum buka untuk pelayanan umum,” ujar Munthe.

Saat ini kata Munthe, pihak RSUP mempersiapkan 20 kamar, dimana setiap kamar terdapat satu tempat tidur. Namun ini semua nantinya akan tergantung pada penambahan jumlah pasien, jika pasien bertambah membutuhkan jumlah tempat tidur yang cukup banyak, maka tetap akan ditingkatkan.

“Kapasitas rumah sakit untuk 200 tempat tidur, selain itu fasilitas lainnya juga dilengkapi dengan ruang laboratorium, radiologi, ICU, dan lain-lain.

Untuk pasien umum kata dia, akan diterima ketika RSUP ini dioperasionalkan serta semua tenaga kesehatan sudah lengkap di rumah sakit ini. (S-39)