DOBO, Siwalimanews – Sudah sebulan lebih kematian Yosinta Teluwun (20) dari Desa Mesiang Kecamatan Aru Tengah Selatan belum juga terungkap.

Dugaan kematian Teluwun akibat pembunuhan berdasarkan hasil visum et repertum pada bagian tubuh seperti dahi dan kepala terdapat luka robek maupun benda tumpul.

Namun, tidak ada saksi maupun barang bukti lainnya mengakibatkan pengungkapan kematian Yosinta Teluwun sampai kini belum ada titik terang,” ungkap Kasat Serse Polres Aru, Iptu Galu F Saputra kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (3/11).

Dikatakan, saat penemuan jenazah Teluwun, kondisi sudah bengkak dan bau yang diperkirakan sudah lebih dari tiga hari meninggal dunia.

Selain itu, pengembangan kasus kematian Teluwun ini juga lama karena tidak ada saksi begitupun tidak ada rekaman CCTV dari rumah/toko yang bisa kita pakai untuk menelusuri perjalanan korban.

Baca Juga: Menparekraf akan Terus Kawal ACOM

“Memang ada beberapa orang yang kita telah mintai keterangan, namun itu belum bisa di jadikan sebagai bukti,”ungkapnya

Saat ini kita sementara menunggu hasil pemeriksaan handphone miliknya dilaboratorium polri di Makasar terkait dengan percakapan maupun pesan WhatsApp

Kita harapkan semoga hasil pemeriksaan laboratorium tersebut dapat memberikan bukti baru guna menindaklanjuti penyebab kematian Yosinta Teluwun

Sebelumnya, Yosinta Teluwun (20) asal Desa Mesiang Kecamatan Aru Tengah Selatan ditemukan oleh dua orang, Muin Sinamona (31) warga jembatan labodo kelurahan siwalima dan Hadija Humanjini (21) warga Sipur Pantai Kelurahan Siwalima yang hendak mengambil foto di Kawasan Pantai Waituti Desa Durjela Kecamatan PP Aru, Jumat (24/9) sekitar pukul 17.30 Wit di Pantai Waituti Desa Durjela.

Mencium bau busuk dan melihat kumpulan lalat, kedua saksi ini jalan menuju kumpulan lalat tersebut, dan tidak disangka ada sesosok mayat perempuan yang dalam kondisi sudah bengkak, luka dan celananya sudah terbuka hingga lutut.

Melihat kondisi tersebut kedua saksi kemudian melaporkan ke warga di lokasi pekerjaan speedboad ketika hendak menuju ke desa Wangel.

Laporan kedua saksi tersebut kemudian disampaikan ke pihak kepolisian.

Sekitar pukul 18.00 Wit, Personil Sat Intelkam Polres Aru beserta Satuan Buser Polres Aru tiba di TKP dan lokasi penemuan mayat dipasang police line, sambil menunggu Tim Identifikasi Polres Aru untuk melakukan identifikasi korban tersebut. (S-25)