NAMLEA, Siwalimanews – Satu Jemaah umroh asal Kabupaten Buru yang baru kembali dari tanah suci, kini dalam pemantauan tim satgas waspada darurat bencana non alam di kabupaten itu.

Jemaah umroh yang tidak disebutkan identitasnya ini masuk dalam daftar pemantauan tim dikarenakan yang bersangkutan baru kembali dari tanah suci dan terindikasi menderita sakit batuk alergi.

“Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ada satupun masyarakat atau pendatang  yang didiagnosa menderita covid-19 di Buru,” ungkap Juru Bicara Satgas Nani Rahim, kepada wartawan di Buru, Jumat (20/3).

Menurutnya, satgas selalu berupaya melakukan langkah-langkah preventif dan penemuan dini melalui skrining di pintu masuk pelabuhan dan bandara.

Untuk itu, terkait isu yang beredar bahwa kasus covid-19 pada salah seorang jamaah umroh itu tidak benar.

“Yang bersangkutan sudah kita periksa secara fisik dan ia mengalami batuk alergi tapi tidak ada kaitannya dengan covid-19. Namun kami tetap melakukan pemantauan terhadap yang bersangkutan selama 14 hari,” tandasnya.

Untuk diketahui, informasi hoax kini santer terdengar di masyarakat pada kabupaten ini, bahwa telah ditemukan satu penderita covid-19 di kabupaten ini. Entah siapa yang pertama menyebarkan isu tersebut, namun informasi itu ada yang ditelan masyarakat begitu saja, kemudian diteruskan dari mulut ke mulut, sehingga berbias kekhawatiran dikalangan masyarakat.

Isu awal menyebutkan ada dua warga Korsel yang bekerja di Perkebunan Karet PT Panbers di Desa Grandeng, Kecamatan Lolongkuba diisolir dari pekerja yang lain di perkebunan tersebut, karena dikhawatirkan terinveksi corona karena keduanya baru datang dari Korsel.

Isu lainnya menyebutkan, ada satu tenaga guru gugus depan (GGD) yang baru kembali dari Surabaya dalam kondisi sakit batuk, flu dan demam, sehingga dicurigai telah terpapar corona.

Sedangkan di sekelompok masyarakat lainnya , disebutkan ada jamaah umroh yang baru kembali dari Mekkah, terpapar korona.

Menanggapi isu-isu itu, jubir satgas, Nani Rahim mengaku, saat ini satgas belum berkoordinasi dengan aparat keamanan guna menangkal berbagai isu hoax tadi.

Ia mengaku, isu ini ditujukan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten dan satgas, agar bekerja dengan baik, karena selama ini mereka berpikir Dinkes dan satgas belum berbuat apa-apa.

“Bupati Ramly Umasugi juga ada melempar informasi di group dan minta untuk satgas cek jemaah umroh tadi. Yang ini dalam pemantauan kami,” tuturnya. (S-31)