AMBON, Siwalimanews – Aksi Satpol PP membongkar tempat-tempat nongkrong para di sejumlah tempat di Kota Ambon, sangat meresahkan warga. Bagai­­­-mana tidak, tempat nongkrong yang dibikin dengan nilai estetika tinggi itu pembangunannya berasal dari swadaya para pemuda di lingkungan sekitar.

Tempat-tempat nongkrong itu juga tidak selamanya dijadikan tem­pat mabuk-mabukan, sebab terka­dang para pemuda di lingkungan kerap menggunakan­nya untuk jaga malam. Anggota DPRD Kota Ambon, Yuliana Pattipeilohy kepada Siwa­lima Sabtu (16/5) meminta Satpol PP Kota Ambon, supaya sebelum pem­bongkaran sebaiknya menyurati pihak lingkungan.

“Saya kira alangkah eloknya se­belum dibongkar, disurati lebih dulu. Ini kan tempat nongkrong yang su­dah dibikin bagus dengan diminasi gambar- atau likasan yang indah, itu jangan dibongkar begitu saja. Di­survei dulu lakukan pende­ka­tan seperti apa, mengapa dijadi­kan tempat nongkrong dan lain-lain. Pembangunannya itu menggunakan biaya pribadi hasil swadaya pemuda itu sendiri,” beber Pattipeilohy.

Menurutnya, ia mendukung pem­­-bongkaran yang dilakukan pihak Satpol, Babinsa dan Babinkamtib­mas, namun harus disampaikan kepada masyarakat secara baik, se­hingga tidak menimbulkan kericuhan dan kesalahpahaman.

“Saya mendukung pembongka­ran yang dilakukan oleh Satpol-PP, Ba­binkamtimas maupun Babinsa. Tapi, sebelum dibongkar harus disampai­kan sehingga diketahui oleh pihak yang bersangkutan, ketika adanya pembongkaran tidak menimbulkan kericuhan dan kesalahpahaman,” jelasnya.

Baca Juga: Wajib Masker tak Berlaku di Pasar  Benteng dan Passo

Dikatakan, ada laporan dari masya­rakat, dimana tindakan yang dilakukan Satpol PP, Babinkamtib­mas dan Babinsa itu sangat mengecewakan. “Ada laporan darii masyarakat kepada beta dan kirim  fotonya kepada saya terkait dengan pembongkaran yang dilakukan oleh Satpol-PP. Jadi ada beberapa  masyarakat kecewa, karena tindakan yang dilakukan oleh Satpol-PP keterlaluan. Jadi kalau mau pembongkaran pada tempat- tempat mangkal harus disampaikan surat dulu. Tujuan­nya untuk RT atau pemuda-pemu­­-da disitu tahu sehingga mereka juga dapat mengetaui bahwa lokasi yang biasa mereka mangkal akan dibongkar,” ungkap Pattipeilohy.

Pattipeilohy kecewa lantaran para pemuda itu yang menghias tempat nongkrong dengan bagus, tiba-tiba dibongkar tanpa ada informasi langsung ke RT atau pemuda-pemuda di sana.

“Jika memang tempat itu diguna­-kan untuk minum-minum atau juga nongkrong mestinya dengan adanya kondisi seperti ini Satpol-PP kasih arahan kepada masyara­kat  dalam rangka pencegahan. Satpol-PP juga menghimbau untuk menguti anjuran dari masyarakat bukan caranya langsung bongkar seperti ini, nanti akan timbul anarkis dari masyarakat karena kondisi ini semua orang dalam dilema dan binggung,” pungkas Pattipeilohy. (Mg-5)