Saniri Negeri Batu Merah Didesak Tetapkan Raja Definitif

AMBON, Siwalimanews – Saniri Negeri Batu Merah didesak untuk menetapkan mata rumah parentah guna penetapan raja definitif di negeri tersebut.

Desakan ini disuarakan para pemuda, dikarenakan sejak tahun 2006 hingga saat ini Negeri Batu Merah belum memilik raja definitif, sehingga roda pemerintahan di negeri tersebut sejauh ini dikendalikan oleh seorang penjabat.

“Kendala yang dihadapai hingga belum ditetapkannya raja definitif dikarenakan polimik mata rumah parentah,” ungkap tokoh pemuda Batu Merah RT dalam keterangan persnya kepada wartawan di Ambon Rabu (6/11).

Dikatakan, Negeri Batu Merah yang kental dengan adat istiadat, menginginkan pimpinan di negeri ini diisi oleh silsilah yang sesuai dengan mata rumah parentah, sementara polimik yang dihadapi saat ini, terdapat beberapa marga yang sesuai silsilah pernah menjabat sebagai raja, sedangkan yang dibutuhkan hanya satu mata rumah parenta, yang secara silsilah diangkat sebagai pemimpin sejak terbentuknya negeri ini.

Untuk mencari kebenaran terkait awal kepemimpinan, dibentuklah tim 11. Tim ini di bentuk atas persetujuan barbagai elemen di negeri termasuk didalamnya saniri.

Dalam mencari kebenaran ada 5 persyaratan yang disepakati pemerintah negeri, saniri maupun tim 11. 5 syarat tersebut yakni : SK/Bisloit, silsilah keturunan mata rumah, keterangan-keterangan yang dapat dipertanggung jawabkan dengan legal standingnya (dasar hukum), verifikasi dan klarifikasi serta sumpah dan saksi.

“Hasil dari tim ini, ada 5 mata rumah parenta yang memasukan persyaratan, namun dari 5 ini hanya 1 mata rumah yang penuhi syarat,  yakni mata rumah Hatala, sedangkan mata rumah lain, hanya kurang penuhi syarat,” ujarnya.

Sayangnya, rekomendasi tim 11 lewat hasil pembuktian ternyata tidak diindahkan Saniri Negeri. Saniri justru menunjuk dua mata rumah untuk dapat memimpin negeri ini. Hanya saja, keputusan menunjuk dua mata rumah, ditolak masyarakat terutama kedua ahli waris mata rumah.

Berdasarkan hal itu, maka Saniri Negeri diminta untuk segera menetapkan marga Hatala sebagai mata rumah parentah untuk ditetapkan sebagai raja definitif. Pasalnya mata rumah Hatala secara autentik memenuhi syarat dan secara historis miliki kepemimpinan yang tertua dibanding mata ruma parentah lainnya.

“Saniri seharusnya berpegangan pada bukti-bukti yang telah diproses oleh tim 11 karena tim ini berpegangan pada kesepakatan persyaratan, bukan memutuskan karena faktor suka dan tidak suka, untuk itu segera tetapkan sesuai hasil tim, jangan berlarut larut,” cetusnya.

Ditegaskan, jika penetapan mata rumah masih berlarut-larut, maka para pemuda akan mengambil alih proses ini, bila pelru pemuda akan membaikot kantor negeri.

“Kalau memang terus berlarut kita akan ambil alih bila perlu kita boikot kantor desa, tujuan kami baik, kami hanya mau prosesnya dilaksanakan sesuai dengan hasil pembuktian, karena masyarakat sejatinya rindu raja yang seharusnya pimpin mereka,” tegasnya.(S-45)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *