AMBON, Siwalimanews – Dunia pendidikan di Maluku masih diwarnai dengan kekurangan sumber daya manusia dalam hal ini terjadi hampir di semua tingkatan pendidikan dan secara khusus SMA dan SMK yang berada dibawah Pemerintah Provinsi Maluku.

Untuk menutup kekurang tenaga guru, Dinas Pendidikan Maluku telah mantap untuk melakukan pene­-rimaan guru kontrak yang kuotanya telah ditetapkan sebanyak 1.004 orang. Jumlah ini akan disebarkan ke seluruh kabupaten dan kota di Ma­-luku. Kepala Dinas Pendidikan Pro­-vinsi Maluku, Insum Sangadji mene­-gaskan, penerimaan guru kontrak untuk tahun ini tidak memiliki perbe­-daan dengan tahun sebelumnya dimana tidak ada tambahan kuota.

“Masih tetap kuota guru kontak untuk Maluku tahun ini 1.004,” ungkap Sangadji kepada wartawan, Kamis (11/6).

Diakuinya, setiap tahun antusiasme peminat yang mendaftar sebagai guru kontrak pada Dinas Pendidikan Provinsi Maluku cukup banyak. Olehnya dinas terpaksa untuk menyaring, mata pelajaran apa yang sangat penting untuk kemudian menerima guru-guru kontrak tersebut.

Sangadji menjelaskan, dalam konteks guru kontrak, memang hanya diperuntukan pada sekolah-sekolah kecil dengan jumlah murid yang sedikit. Hal ini disebabkan sekolah kecil dengan  murid yang sedikit mendapatkan dana BOS sedikit pula dengan biaya honor diambil 50 persen dibayar dari BOS.

Baca Juga: DPRD Maluku Minta Pemda Perhatikan RS Swasta

“Kita akan membantu sekolah-sekolah kecil yang muridnya sedikit dengan guru kontrak,” tegas Sangadji.

Terhadap guru honor, Sangadji menjelaskan semuanya tergantung dana bos masing-masing sekolah. Oleh sebab itu Dinas Pendidikan harus mengatur penugasan guru honorer sehingga keberadaan mereka  atau memperoleh gaji hornor sebanding dengan tugas dan tanggung jawanya.

Terkait dengan kebutuhan guru di Maluku, Dinas Pendidikan sementara melakukan analisa kebutuhan guru di seluruh kabupaten/kota sehingga dalam waktu dekat akan disampaikan kepada DPRD Maluku.(Mg-4)