AMBON, Siwalimanews – Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Fahmi Salatalohy mengingatkan seluruh kepala sekolah baik tingkat SD dan SMP se-derajat di Kota Ambon untuk realisasikan dana bantuan operasional sekolah (BOS) sesuai instruksi atau edaran Kemendikbud bagi pembiayaan pulsa internet siswa belajar online dan sejenisnya.

Kepala Disdik Ambon Fahmi Salatalohy mengaku, instruksi Kemendikbud jelas. Hanya teknis lapangan diserahkan ke kepala sekolah sehingga kalau ada sekolah yang belum memanfaatkan dana BOS-nya untuk menjembatani kepenti­ngan siswa yang belajar daring atau online, akan dicek. “Saya kira nanti dicek lagi ke sekolah. Ins­truksi penggunaan dana BOS kan sudah jelas, edarannya dari Kemen­dikbud. Nanti dicek, apakah betul mereka belum pakai dana BOS atau bagaimana,” tandas Fah­mi, kepada wartawan, di ruang kerjanya, pekan kemarin.

Kata dia, penggunaan dana BOS juga berkaitan dengan misalnya biaya-biaya fotokopi bahan ajar bagi siswa yang belajar offline. Jadi tidak hanya online. “Kebijakan itu sudah jelas dan kep­utusannya ada di kepala sekolah, teknis­nya. Kalau mereka belum melaksanakan perintah dari edaran itu, saya kira perlu nanti dicek lagi. Sebab memang itu sifat­nya wajib,” jelasnya.

Menurut Salahtalohy, ada beberapa SMP yang sudah secara konsisten mema­hami dan menjalankan edaran Kemendik­bud tersebut, misalnya SMPN 7, SMPN 9, SMP 14. Mungkin pula ada beberapa se­kolah SMP yang belum dan perlu dikroscek lagi. “Kadang-kadang, ada sekolah yang serius dalam proses pembelajaran dimasa pandemi ini, ada juga yang hanya mem­biarkan guru-guru dengan upayanya sendiri seperti naik ojek tidak diakomodasi dan lain sebagainya,” katanya.

Ia mengaku akan melakukan pengece­kan terus menerus. “Ini yang nanti kami cek lagi. Saya cek terus di kepala sekolah. Dari laporan mereka, SD sebagian besar sudah jalankan. Tapi yang laporan sudah, perlu dicek lagi, apakah hanya sekedar jawab pertanyaan atau sudah direalisa­sinya, itu masalahnya,” terang Fahmi.

Baca Juga: Kantor Dinas Pendidikan Kota Rusak Parah Akibat Gempa

Dirinya mengakui, jika banyak sekali keluhan orang tua siswa terkait belajar online karena faktor pulsa internet yang membebani setiap harinya. Efeknya sa­ngat besar, multi kompleks, plus minusnya belajar online dan itu harus dihadapi dimasa pandemi Covid-19.

“Tidak bisa dinafikkan. Kemarin saya dengan Kepsek SMPN 9 mengunjungi siswa/i yang belajar offline di Passo Jalan Baru dan luar biasa kendalanya. Ada HP-nya kabur, tidak punya internet, orang tua tidak memantau saat belajar di rumah. Sebagian besar tidak ada orang tua saat belajar di rumah,” terangnya. (Mg-6)