AMBON, Siwalimanews – Pengungsi akibat kebakaran di kawasan Ongkoliong Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon bakal mendapatkan hunian yang layak. Pemprov Maluku masih mencarikan lahan untuk membangun rumah para pengungsi korban kebakaran itu.

Sampai sekarang, ratusan jiwa warga Ongkoliong masih bertahan di tenta-tenda pengungsian pasca kebakaran hebat yang terjadi di kompleks Ongkoliong Minggu (29/3) lalu.

“Jadi kita sedang mencarikan lahan untuk pembangunan rumah bagi para pengungsi Ongkoliong,” ungkap Asisten III Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku, Ismail Usemahu kepada wartawan di kantor Gubernur Maluku, Rabu (9/9).

Menurutnya, sampai sekarang para pengungsi masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

“Jumlah mereka cukup banyak, namun dari hasil verifikasi, tidak semua korban memiliki sertifikat tanah ,” ungkap Ismail.

Baca Juga: Perketat Protokol Kesehatan, Pemkab Aru Laksanakan Tes SKB

Kebanyakan pengungsi yang saat ini bertahan di tenda-tenda mengontrak pada bangunan yang terbakar itu.

“Rencana kita setelah mendapatkan lahan, maka para pengungsi akan dipindahkan seperti dulu dilakukan untuk masyarakat Batu Gajah, yang dipindahkan ke Lateri,” tandasnya.

Kawasan Ongkoliong Terbakar

Diberitakan sebelumya, kebakaran hebat melanda kawasan Batu Merah tepatnya di kompleks Ongkoliong Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Minggu (29/3). Dua orang ditemukan tewas dalam kondisi hangus terbakar, sedangkan satu orang menagalami luka bakar yang cukup parah.

Peristiwa memilukan itu sempat membuat warga sekitar kaget dan bangun dari tidur mereka, lantaran terjadi sekitar pukul 04.30 WIT. Akibat kebakaran itu, sebanyak 150 unit bangunan yang terdiri dari rumah warga, ruko maupun bangunan lainnya habis dilalap si jago merah. Ongkoliong merupakan kawasan padat penduduk dan kebanyakan dihuni  pendatang sehingga banyak didapati kamar-kamar kos.

Informasi yang dihimpun di tempat kejadian perkara (TKP), dalam peristiwa tersebut, selain korban material, kebakaran juga menelan dua korban jiwa. Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki.

Satu korban diketahui tukang gerobak bernama Rifai (38). Sedangkan satu korban lainnya hingga berita ini diturunkan belum diketahui identitasnya. Kedua jenazah itu sekitar pukul 09.45 WIT, di bawah menggunakan mobil ambulance menuju Rumah Sakit Bhayangkara Tantui Ambon guna diotopsi.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Leo Surya Nugraha Simatupang kepada wartawan mengungkapkan, hingga kini belum dapat dipastikan penyebab kebakaran dan masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

“Kebakaran pagi ini mengakibatkan dua korban jiwa meninggal. Identitas kedua korban masih belum diketahui. Selain itu juga ada kerugian material sekitar 150 unit bangunan baik rumah warga maupun ruko hangus,” ungkap Simatupang.

Sementara itu, menurut informasi warga di lokasi kejadian, dugaan awal penyebab kebakaran adalah dari kamar kost milik salah satu warga. Saat api mulai membakar TKP, terdengar suara-suara teriak “ada kebakaran”. Warga di seputaran TKP panik, mereka menyelamatkan diri tanpa mempedulikan barang-barang berharga lainnya. Banyak harta benda milik warga yang tidak sempat diselamatkan.

Sekitar pukul 05.15 WIT, lima unit pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki PMI Kota Ambon tiba di lokasi untuk membantu mema­damkan api. Karena lokasi padat pemukiman, sehingga cukup menyu­litkan petugas damkar di lapangan. Api baru dapat dijinakan sekitar pukul 08.30 WIT.

Kerugian materil yang timbul dari peristiwa ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Untuk diketahui, tidak hanya Simatupang di lokasi kejadian, tapi nampak juga Kapolda Maluku Inspektur Jenderal Polisi Baharudin Djafar mendatangi lokasi kebakaran. Di lokasi kebakaran, Ka­polda menemui warga korban keba­karan. Orang nomor satu dijajaran Polda Maluku ini menyampaikan uca­pan belasungkawa dan turut ber­duka cita atas peristiwa kebaka­ran ini yang juga mengakibatkan dua warga meninggal dunia. (S-39)