AMBON, Siwalimanews – Salah satu fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat adalah jalan.Suatu kampung, desa atau negeri dikatakan terisolir karena tidak didukung de­ngan fasilitas umum seperti jalan, jembatan dan lainnya.

Dusun Siwang adalah salah satu Dusun dari Negeri Urimessing yang ada di Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon.

Dusun Siwang ini tidak terlalu jauh dari pusat Kota Ambon yang adalah ibu kota Provinsi Maluku, namun untuk menuju Dusun Siwang itu bisa menghabiskan biaya kurang lebih Rp 50.000.

Beban sebesar itu harus ditanggung oleh masyakat Dusun Siwang yang seba­gian besar petani. Ada bebe­­-rapa faktor yang membuat sehingga masyarakat harus mengeluarkan biaya sebesar itu, diantaranya tidak ada jalur angkutan umum ke Siwang belum lagi kondisi jalannya yang memprihatinkan.

Hal ini benar-benar dirasakan oleh Warga Dusun Siwang, sebagaimana disampaikan oleh salah satu Tokoh Masyarakat Dusun Siwang, Yosep Pattikawa, kepada Siwalima, Rabu (19/5).

Baca Juga: 15 Kontainer Telur Masuk Ambon

Menurut Pattikawa, ruas jalan ke Dusun Siwang merupakan tanggung jawab Pemerintah Kota Ambon, dan sebagai masyarakat maupun RT dan RW setempat sudah didatangi oleh beberapa pejabat di Kota Ambon, dan sudah berjanji untuk tahun 2021 ruas jalan menuju Dusun Siwang di aspal/dihotmix, namun kenyataanya sampai hari ini tidak ada kegiatan apapun di sepanjang ruas jalan menuju Dusun Siwang.

“Lebih parah lagi janji yang sudah disampaikan oleh Kadis Pariwisata, Kadis PU dan Ketua DPRD Kota Ambon saat ini tidak mungkin terealisasi karena dari dokumen lelang yang disampaikan Pemeritah Kota (Pemkot) Ambon kepada khayak umum untuk melakukan penawaran lelang ternyata ruas jalan ke Dusun Siwang tidak ada dalam dokumen lelang itu,” cetusnya.

Akibat ruas jalan Dusun Siwang yang rusak dan memprihatikan itu beberapa hari lalu ada mobil yang terperosok. Beruntung tidak ada korban jiwa.

Karena itu, Pattikawa berharap Pemeritah Kota Ambon serius memperha­tikan nasib warga yang ada di Kampung Siwang yang juga bagian dari warga Kota Ambon. (S-16)