Rob Rendam Desa Bara di Buru

NAMLEA, Siwalimanews – Banjir rob merendam pemukiman warga di Desa Bara, Kecamatan Airbuaya, Kabupaten Buru, mengakibatkan sejumlah warga harus mengungsi.

Kejadian tiba-tiba itu dilaporkan terjadi pada pukul 20.00 wit, Senin malam (2/12).

Data yang berhasil dikumpulkan Siwalimanews dari Kantor BPBD Kabupatrn Buru menyebutkan, sampai tengah malam ini sejumlah kepala keluarga yang rumahnya terendam air laut, kini telah mengungsi ke rumah warga yang letaknya jauh dan berada di ketinggian.

Dalam laporan itu disebutkan, air laut yang masuk ke pemukiman warga itu akibat gelombang pasang dan ombak tinggi.

Kantor BPBD Kabupaten Buru mencatat, kalau  bencana masih belum diketahui jelas penyebqb indikasi Gelombang Pasang dengan ombak menghantam pemukiman penduduk di pesisir.

Kondisi cuaca di Kecamatan Airbuaya sendiri dilaporkan cerah berawan.

Akibat dari kejadian ini, Kantor BPBD Kabupaten Buru mencatat ada empat rumah warga rusak berat dan tujuh lainnya rusak ringan.

Kepala BPBD Kabupaten Buru, Jadi Zulkarnain, menjelaskan, kalau pihaknya melakukan kaji cepat dan koordinasi dengan perangkat Desa/Dusun setempat serta penyuluhan terkait penanganan awal jika terjadi bencana.

“Kita pertama kali mendapat laporan dari Kepala Desa Bara dan tim sudah dikirim ke TKP,” jelas Hadi.

Bencana di Desa Bara itu juga dibenarkan Ode Fenti dengan turut memposting peristiwa itu lewat akun facebook. Sontak postingannya telah mendapat banyak tanggapan dari warga dumay seraya mendoakan agar tidak terjadi bencana lebih dashyat lagi di daerah itu.

Anggota DPRD Maluku, Aziz Hentihu ikut kaget dengan kejadian ini dan ia turut menerima laporan dari Ode Fenti, kalau di Kampung Siompo Desa Wamlana, Kecamatan Fenalisela, warga yang tinggal dekat pantai juga telah menyingkir, akibat ombak kencang yang datang silih berganti dari arah laut.

Ode Fenti menyebutkan, kalau talud di tepi pantai Desa Wamlana ini kini banyak yang rusak.

Sementara itu, Kabid Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Buru, Lukman Tukuboya, mengaku, banjir rob ini merupakan fenomena tahunan yang sering terjadi di akhir tahun.

Akui Lukman,  tetapi kali ini skala gelombang pasang tersebut agak besar. “Mudah-mudahan  tidak terjadi hal hal  yang diinginkan.Investigasi lokasi segera dilakukan,” harap Lukman. (S-31)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *