Relokasi Pedagang Pasar Mardika Ditunda

AMBON, Siwalimanews – Rencana Pemerintah Kota Ambon untuk merelokasi pedagang pasar Mardika, Sabtu (18/4) akhirnya ditunda hingga selesai perayaan Idul Fitri.

Menurut Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon, Janes Aponno, penundaan relokasi Pasar Mardika dilakukan atas permintaan para pedagang.

Kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Sabtu (18/4) Aponno menjelaskan, relokasi pedagang pada tempat yang telah ditentukan untuk melakukan social distancing di tunda hingga selesai  perayaan Idul Fitri.

“Tadinya saya mengusulkan kepada pak walikota untuk merelokasi pedagang agar ada social distancing, namun untuk saat ini ditunda sampai dengan selesainya hari raya,” katanya.

Disperindag mempertimbangan permintaan pedagang untuk relokasi dilakukan sampai selesai perayaan Lebaran, dan setelah itu barulah dilakukan relokasi.

“Ini merupakan permintaan dari para pedagang sendiri, mereka meminta agar pembongkaran itu dilakukan setelah hari raya,” ujarnya.

Selain itu, permintaan para pedagang ini juga disambut baik Walikota Ambon, Richard Louhenapessy.

“Kemarin kita sudah  laporkan bahwa dari pihak pedagang meminta untuk selesai lebaran, Pak wali merespon baik dan menerima usulan dari pedagang tersebut,” tuturnya.

Karena itu, lanjut Aponno, pihaknya telah memanggil beberapa pedagang yang berkepentingan untuk membawakan himbauan pembatalan pembongkaran kepada para pedagang lainnya di Mardika, serta diperkirakan Senin ini surat resmi akan di bagikan kepada pedagang.

“Jadi kita sudah panggil pemuka-pemuka yang datang mengusulkan buat kita dan mereka sudah tahu dan sudah diinformasikan kepada pedagang seluruhnya. Dan kita akan buat surat resmi untuk itu. Nanti hari Senin (hari ini-red) kita akan buat surat resmi dan juga mintakan untuk seluruh pedagang melakukan aktivitasnya seperti biasa,” katanya.

Aponno mengungkapkan, kegiatan pembongkaran ini sesungguhnya merupakan langkah yang diambil Disperindag, agar didalam pasar baik pedagang atau pembeli dapat melakukan social distancing. Namun dengan adanya permintaan dari pedagang seperti ini, dan telah disetujui oleh Walikota sendiri, sehingga pihaknya akan memikirkan solusinya, agar social distancing  bisa tetap dijalankan di Pasar Mardika. “Terkait  dengan social distancing pada umumnya sudah kita anjurkan, nanti kita akan  pikirkan lagi kira-kira solusinya seperti apa,” tuturnya.

Ia berharap, masyarakat dan pedagang tetap melakukan social distancing ketika berbelanja dan berjualan, agar tidak merugikan diri sendiri. (Mg-6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *