AMBON, Siwalimanews – Realisasi pencairan dana gempa hampir 70 persen dari 1271 kepala keluarga (KK) yang terdampak genpa pada 26 September 2019.

Penegasan ini disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) Kota Ambon Demmy Paays kepada wartawan di Kantor Balai Kota Ambon, Selasa (19/1)

Dirinya menuturkan dari data, KK penerima bantun yang di kantongi BPBD, sudah hampir 70 persen.

‘’Pencairan 70 persen ini untuk tahap kedua dan ketiga, di tahun 2021. Jadi 1271 KK dia tergabung dari 120 kelompok penerima bantuan, nah itu yang tadi saya bilang itu sudah realisasi

realisasi itu kurang hamper 70 persen,” papar Paays.

Baca Juga: Silawane Minta Dinkes Tingkatkan Sosiliasi Tentang Vaksin

Dana ini sendiri diperuntukan untuk pembangunan rumah dengan tiga kategori kerusakan, yakni rusak berat, sedang, dan rusak ringan.

“Saya pastikan dana sudah cair dan telah diterima masyarakat terdampak,” jelasnya.

Dirinya mengungkapkan untuk pentahapan telah dilaporkan kepada Walikota Ambon Richard Louhenapessy, dan telah diketahui terkait dengan perkembangan pembangunan rumah dari para warga korban gempa.

“Kemarin itu kami laporkan kepada walikota dalam rapat staf bersama kepala SKPD dan pejabat esalon tiga dan empat dan pembangunan itu sudah berjalan,” ungkapnya

Masyarakat yang telah menerima dana tersebut bisa mengambilnya melalui rekening masing-masing kelompok.

“Kita sudah cairkan lewat rekening kelompok. Kan pencairan beberapa tahap yakni pertama 50 persen, kedua 30 persen dan ketiga 20 persen,” jelasnya. Paays menjanjikan memasuki

bulan Maret proses pentahapan pencairan sampai kepada pembangunan rumah yang terdampak gempa terselesaikan.

“Paling lama itu Maret itu sudah tuntas,” tegasnya.

Dana Gempa

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pencairan dana bencana gempa bumi yang terjadi pada 26 September 2019 lalu, telah memasuki pencairan tahap II, sejak tanggal 4 Januari 2021

hingga saat ini. Kepala Badan Penanggulangan Bandana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Demmy Paays mengatakan, pencairan dana gempa tahap II telah dicairkan sekaligus berjalan dengan tahap III.“Kami sudah masuk dengan tahap II,III karena tahap pertama itu sudah 90 persen terealisasi sementara mereka mau cairkan tahap II,” ungkap Paays, kepada Siwalima, di Balai Kota Ambon, Selasa (12/1).

Paays berharap, pencairan tersebut dapat berjalan lancar dan tak tersendat asalkan, pengumpulan laporan pertanggung jawaban dapat terselesaikan tepat waktu, agar proses pencairan juga dapat dilakukan, bahkan dapat dilanjutkan dengan pencairan tahap III.

“Yang penting mereka punya laporan itu sudah masuk, beberapa sekarang ini sementara proses tahap ke-III,” terangnya.

Ditambah Paays, pihaknya juga telah mencairkan hak dari pada warga yang membangun secara mandiri dan yang telah diverifikasi oleh tim yang turun langsung melihat pembangunan rumah.

“Kemudian untuk rumah mandiri dari 52 yang masuk, sudah 16 yang kami cairkan ke rekening masingmasing. Nah, sementara yang sisa itu dilakukan verifikasi dilapangan, satu dua hari ni sudah dapat hasil, dari hasil masuk kami koordinasi lapangan, cair lagi,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Sekretaris BPBD, Eva Tuhumury.Dirinya mengungkapkan proses pencairan tahap II sudah sekaligus dengan pencairan tahap III.

Sebab, pihaknya telah menargetkan memasuki Maret 2021, proses pencairan pada warga bangun mandiri dan pembangunan rumah tinggal dengan rusak ringan, sedang, hingga berat telah

terselesaikan.

“Kami punya timeline, yang pasti untuk percepatan perbaikan ini Maret 2021,” ungkap

Tuhumury, kepada Siwalima, melalui telephone seluler. Untuk diketahui, data rumah yang dimiliki Kota Ambon untuk diperbaiki sebanyak 1.446. Yang sudah diperbaiki untuk rusak ringan itu 339, yang sudah proses perbaikan dan yang sedang itu 174 rumah untuk rusak sedang, sementara sisanya merupakan rumah rusak berat. (S-52)