Ratusan Warga Kairatu dapat Pengobatan Massal

AMBON, Siwalimanews – Ratusan warga Kairatu, Kabupaten SBB mendapatkan pengobatan massal secara gratis, yang dipusatkan di lokasi pengungsi di wilayah Pegunungan Kairatu, Sabtu (9/11).

Pengobatan massal tersebut dilakukan oleh AMGPM Cabang Nehemia Ranting Benteng yang melaksanakan wisata Pikom bekerja sama dengan Jemaat GPM Kairatu.

“Pengobatan massal ini kami lakukan dengan target seluruh jemaat GPM Kairatu baik orang tua, anak-anak semua mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis. Kami fokus di tempat pengungsian karena kami tahu pengungsi sangat rawan dengan  penyakit, sehingga kami memilih gelar di Kairatu,” jelas ketua AMGPM Cabang Nehemiam, Ranting Benteng, Edy Ruspana kepada Siwalima di sela-sela kegiatan tersebut.

Dia menjelaskan, pengobatan massal ini mendapatkan apresiasi dari Jemaat GPM Kairatu baik Ketua majelis jemaat maupun  puskesmas Kairatu, dengan melibatkan dokter umum Jean Andreas dan tenaga medis dari puskesmas maupun dari Ambon.

“Jadi kami mengelar Wisata Koinonia Pikom AMGPM Cabang Nehemia Ranting Benteng kami melakukan kerjasama dengan Jemaat GPM Kairatu mengelar pengobatan massal dan sosialisasi bencana alam dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPB) Provinsi Maluku sebagai narasumber dan dokter Jein Andrias dari Puskesmas Kairatu,” jelas Ruspana.

Ia berharap, dengan kegiatan ini, para pengungsi di Kairatu dan jemaat GPM Kairatu mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik.

“Untuk kesehatan rawan terhadap penyakit, sehingga kita putuskan untuk lakukan pengobatan massal di wilayah pengungsian. Dan basudara kita yang mengungsi rawan terhadap penyakit, sehingga dengan kegiatan ini sangat membantu masyarakat dalam kondisi di tempat pengungsi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Jamaat GPM Kairatu, Izaac Huwae mengapresiasi kegiatan bakti massal dan sosialisasi bencana alam oleh AMGPM Cabang Nehemia Ranting Benteng.

Kegiatan ini, menurutnya, sangat penting dan sangat membantu pelayanan kesehatan di Jemaat GPM Kairatu, terutama warga yang kena dampak korban gempa  dan masih berada di tempat-tempat pengungsian.

Ia menjelaskan, sekaligus pihaknya kurang mendapatkan perhatian maksimal dari Pemkab SBB, namun pihaknya mendapatkan berbagai sumbangan dari para donatur khususnya anak2 negeri Kairatu yang merantu di luar daerah yang turut membantu, sehingga bantuan-bantuan itu bisa terdistribusi dengan baik ke warga pengungsi.

Ia berharap ada juga perhatiian serius dari Pemkab SBB, bagi jemaat GPM Kairatu terutama warga yang kena dampak gempak yang sampai saat ini masih berada di tempat pengungsian. (S-19)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *