AMBON, Siwalimanews – Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Ambon, ada kurang lebih 600 anak di kota ini yang mengalami stunting atau kekerdilan dari total 13.122 anak.

Untuk itu, Dinas Kesehatan Kota Ambon di tahun 2022 ini meningkatkan lokus stunting dari yang awalnya 12 lokus naik menjadi 38 lokus yang tersebar di lima kecamatan yang ada di kota ini.

“Untuk 38 lokus ini tersebar di lima kecamatan, yang paling banyak ada di Desa Wayame, yakni 75 balita dari sasaran 364 balita, dimana usia 0-23 bulan sebanyak 30 balita dan usia 24-59 bulan 45 balita atau 12,9 persen. Selanjutnya kelurahan Tihu dan Rijali terdapat 35 balita,” ungkap Kabid Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Ambon, Yusda Tuharea kepada Siwalimanews, Kamis, (10/3).

Dinas Kesehatan Kota Ambon kata Tuharea, tetap berkomitmen untuk  menekan angka stunting hingga 14 persen pada tahun 2024. Namun yang paling terpenting, adalah makanan pendamping ASI harus diberikan dengan baik, setelah bayi berumur diatas 6 bulan.

“Kita memang kaya akan ikan, namun lebih banyak ibu-ibu memberikan Ayam sebagai makanan pendamping ASI bagi bayi anak-anak mereka,” tandas Tuharea.

Baca Juga: DPRD Tetapkan 10 Ranperda Jadi Perda

Oleh karena itu, ia menghimbau kepada ibu-ibu agar memperhatikan bayi mereka, dengan makanan pelengkap ASI secara baik. (S-21)