Raja Iha dan Warga Tanah Goyang Sepakat Damai

PIRU, Siwalimanews – Pasca konflik antara warga Desa Iha dan Dusun Tanah Goyang Desa Loki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) beberapa waktu lalu, akhirnya ada titik terang untuk keduanya berdamai.

Kesepakatan perdamaian ini melalui rekonsiliasi perdamain antara Negeri Iha dan Dusun Tanah Goyang  tersebut dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres SBB, AKP Mido J Manik dan dihadiri oleh Raja Desa Iha Zain Syaiful Latukaisupy, Pejabat Desa Loki Demitri Riry, Kepala Dusun (Kadus) Tanah Goyang  Munir Boufakar, Mantan Kadus Tanah Goyang, Tengku Abd Rahman Taipabu, Kepala Pemuda Tanah Goyang  Samsudin Sangaji, Tokoh Masyarakat Iha dan Tanah Goyang, yang berlangsung di Polres SBB, Selasa (8/10).

Dalam rekonsiliasi perdamaian tersebut, Raja Iha Zain Syaiful Latukaisupy menyampaikan, pasca bentrok beberapa waktu lalu atas kejadian lakalantas yang dilakukan oleh dirinya terhadap Putra Tuarita adalah musibah dan itu dilakukan tanpa tidak sengaja.

Bahkan penganiayaan terhadap dirinya yang dilakukan pemuda Tanah Goyang adalah kesalahan sebagai manusia biasa  yang harus saling memaafkan.

“Saya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Untuk itu dengan hati yang tulus, saya memaafkan beberapa oknum penganiayan terhadap saya” ujar Latukaisupy.

Menurutnya, untuk itu dengan rekonsiliasi perdamaian ini akan di sampaikan ke masyarakatnya bahwa atas bentrok yang terjadi beberapa waktu lalu tidak ada permasalahan lagi antara masyarakat Iha dan masyarakat Tanah Goyang.

Dirinya meminta kepada masyarakat Iha untuk tidak menyimpan dendam terhadap masyarakat  Tanah Goyang.

”Rekonsiliasi perdamain ini, sangatlah penting sehingga tidak ada lagi permasalahan dan rekonsiliasi ini akan saya sampaikan kepada seluruh warga, sehingga kita saling memaaf­kan dan tidak lagi ada saling dendam,” tuturnya.

Latukaisupy berharap,  permasala­han penganiyaan terhadap dirinya yang telah diproses hukum oleh Kepolisian Polres SBB agar di tutup.

”Dengan adanya rokonsiliasi perdamaian antara Iha dan Tanah Goyang ini, saya meminta agar pihak kepolisian dan kejaksaan agar menutup perkara yang sudah masuk dalam proses hukum yang sementara berjalan,  khususnya kepada oknum pelaku penganiyaan terhadap saya, sehingga perdamaian ini tetap terjaga dengan baik,” harap Latukaisupy.

Sementara itu kepala Dusun Tanah Goyang Munir Boufakar, mengatakan, mewakili masyarakat  Tanah Goyang sudah menyerahkan permasalahan ini sepenuhnya ke Raja Iha  dengan harapan dapat memaafkan perbuatan yang telah dilakukan oleh beberapa oknum pemuda  Tanah Goyang terhadapnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada Raja Iha yang dengan kerendahan hati dapat memaafkan kami masyarakat Tanah Goyang dan bisa mempertemukan kami untuk sekaligus bersama-sama menggelar rekonsiliasi perdemaian ini. Saya mewakili orang tua dari oknum pelaku penganiyaan menyampaikan, apabila sudah ada titik terang dalam perdamaian, dirinya akan  membawa oknum pelaku penganiyaan untuk menemui Raja Iha untuk permintaan maaf,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres SBB, AKP Mido J Manik mengapresiasi langkah perdamaian yang dilakukan oleh Raja Iha dan Kepala Dusun Tanah Goyang serta masyarakatnya.

“Upaya perdamaian yang di lakukan Raja Iha dan masyarakat Tanah Goyang merupakan hal baik. Sebab dengan berdamai maka dapat menciptakan kedamain antara kedua masyarakat itu,” ujarnya.

Manik menambahkan, rekonsiliasi perdamaian ini masih dalam proses tahapan perdamaian, dan  diren­canakan Jumat (10/10), akan diadakan proses perdamaian dengan menandatangi surat perdamaian oleh kedua belah pihak yang bertikai, dengan menghadirkan tokoh pemuda dan tokoh adat dari dua belaj pihak. (S-48)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *