DOBO, Siwalimanews – Sejumlah orang tuas siswa SDN 2 Dobo saat ini mulai mengeluhkan nasib anak-anak mereka, bahkan ada orang tua yang mengaku nasib para siswa di seklah ini bagaian bola yang ditendang kesana kemari.

Pasalnya, proyek pembangunan gedung SDN 2 yang dibangun oleh perusahan milik Adi bin Hatim, sampai dengan anak-anak mereka lulus dari sekolah tersebut, namun proyek itu tak juga kunjung diselesaikan.

“Sampe Beta pung anak lulus dari SD ini ini dong sudah pindah ke empat tempat, bahkan sampai anak-anak ini tidak sekolah, karena tidak ada tampat buat mereka lanjutkan proses belajar mengajar. Ini sama dengan pemda Aru jadikan anak-anak ini seperti bola yang ditendang kesana kemari,” tandas salahs atu orang tua murid SDn 2 Dobo Bambang Anakoda, kepada Siwlaimanews di Dobo, Senin (21/6).

Menurutnya, yang sangat menganjal di hari masyarakat adalah, kasus ini sudah sampai ditangan polisi, bahkan sudah diperiksa baik itu kontraktor, konsultan pengawas, PPK, maupun pihak Dinas Pendidikan dan tinggal menunggu penetapan tersangkanya.

Semua ini diketahui oleh masyarakat Aru, namun tiba-tiba kasus ini diam, bahkan sudah tiga kali pergantian Kapolres Aru, kasus ini tak pernah selesai.

Baca Juga: Jelang PON, Atlet Tinju Maluku Maksimalkan Latihan

“Saya sangat berharap janji Kapolres Aru saat ini, AKBP Sugeng Kundarwanto yang ingin buka kembali kasus ini, benar-benar terlaksana. Jangan seperti kapolres sebelumnya, kasihan siswa di SD ini,” ucapnya.

Jika dibukakan kembali kasus ini, maka siapa pun orangnya yang terlibat dalam proyek ini, harus dapat mempertanggungjawabkan perbuatanya,” pinta Anakoda.

“Kasihan, para siswa di SD ini, mereka harus terbuang kasana kemari, karena bangunan sekolah mereka yang lama sudah tidak bisa dipakai sejak 4-5 tahun lalu sampai saat ini,” pungkansya. (S-25)