Wakapolresta: Proses Hukum Tetap Jalan

Kasus Penikaman Pacar

AMBON, Siwalimanews – Wakil Kepala Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pulau Ambon, Kompol Fery Mulyana kepada wartawan di Mapolresta, Senin (2/12), mengaku, proses hukum kasus penikaman yang dilakukan Titus Sulastri Agustina terhadap pacarnya Samsul di kos-kosan Srikandi Jalan Jenderal Sudirman, Desa Hative Kecil Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Minggu (1/12) tetap berlanjut.

Bahkan saat ini penyidik sementara mempersiapkan admistrasi penyelidikan (Mindik) guna memproses kasus tersebut. Pasalnya, dalam kasus ini penyidik melihat, ternyata ada pembelaan diri yang dilakukan pelaku, setelah dipukul lebih dulu oleh korban.

“Mindik sementara disiapkan, memang perkaranya akan dicabut, namum prosesnya tetap jalan, kemungkinan tahanan rumah,” ungkapnya.

Menurutnya, pihak korban akan mencabut perkara ini dengan mempertimbangkan  kondisi pelaku yang dalam keadaan hamil. Namun, proses hukum akan tetap berjalan, dikarenakan ada tindakan pidana yang dilakukan.

Untuk diketahui, lantaran cemburu, Titus Sulastri Agustina warga Hative Kecil Kecamatan Sirimau Kota Ambon, menusuk pacarnya sendiri Samsul pada bagian Leher kiri.

Penikaman di lakukan di Kos-Kosan Srikandi Jalan Jenderal Sudirman Desa Hative Kecil Kecamatan Sirimau Kota Ambon Provinsi Maluku, pada Minggu (1/12) sekitar pukul 02.00 WIT dini hari.

Tindak pidana penganiayaan yang dilakukan bermula lantaran pelaku kesal setelah melihat korban berboncengan dengan dengan wanita lain, padahal kondisi pelaku sementara mengandung.

“Saudari Sulastri sempat melihat Korban melintas di depan kosan dengan menggunakan sepeda motor berboncengan dengan seorang wanita menuju ke arah Desa Galala,  Melihat hal tersebut pelaku langsung mengikuti korban dari belakang dengan menggunakan ojek namun tidak ketemu sehingga pelaku kembali ke kosan Srikandi,”jelas Wakapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease kepada, Kompol Ferry Mulyana kepada wartawan di Polresta Ambon, Senin (2/12).

Dikatakannya,  setelah korban kembali ke kosan, korban sempat memarahi pelaku memukulinya. Pemukulan itulah yang memicu pelaku mengambil sebilah pisau dan langsung menikam korban.

Perkelahian keduanya dapat dilerai setelah tetangga kosan mendobrak pintu dan membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Tantui untuk mendapat perawatan medis.

“Jadi modusnya ini karena pelaku cemburu sebab antara Pelaku dan Korban mempunyai suatu hubungan sehingga pelaku merasa dihianati karena saat ini pelaku sementara hamil 4 bulan,”pungkasnya. (S-45)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *