AMBON, Siwalimanews – Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) kembali membuka pendaftaran Program Kampus Mengajar angkatan 2 pada 15 Juni 2021.

Kampus mengajar merupakan bagian dari kampus merdeka yang mengajak mahasiswa di Indonesia untuk menjadi guru, dan mengajar siswa-siswi SD dan SMP.

Mahasiswa akan ditempatkan di 3.400 Sekolah Dasar dan 375 Sekolah Menengah Pertama di seluruh Indonesia dan membantu peningkatan literasi dan numerisasi di sekolah tersebut. Dengan demikian mahasiswa dapat belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas diluar kelas perkuliahan.

“Saya sangat senang bisa bergabung dalam program Kampus Mengajar dan sangat bermanfaat serta mendapat pengalaman baru, bisa membantu para guru dalam pembelajaran baik Luring maupun daring. Karena banyak yang belum paham dan mengerti tentang pembelajaran daring ini,” jelas Kevin Lambiombir salah satu mahasiswa UKIM kepada Siwalima di Ambon.

Dia mengaku, Program Kampus Mengajar juga akan mendapatkan pembekalan sebelum di tempatkan untuk penugasan. Serta banyak lagi hal-hal yang sangat menguntungkan bagi mahasiswa seperti mendapat potongan UKT sebesar Rp 2.400.000, bantuan akomodasi dan biaya hidup Rp 1.200.00/bulan, dan dapat mempercepat proses perkuliahan karena konversi 20 sks dan bebas KKN.

Baca Juga: Komisi IV Nilai Birokasi Dinas PK tak Sehat

Selain itu, katanya,  bisa melatih dan menambah wawasan serta public Speaking dan skil lainnya bagi mahasiswa. Dia juga memberikan alasan mengikuti program kampus mengajar ini karena ingin mengabdikan dirinya di sekolah tempat penugasan agar dapat meningkatkan literasi dan numerisasi di sekolah tersebut.

Hal yang sama juga diungkapkan, Alma A Jamaludin saat mendatangi Kantor Redaksi Siwalima, Rabu (18/8) mengungkapkan, program Kampus Mengajar ini sangatlah bermanfaat, yang  bisa mengembangkan keahlian dan kemampuan  mahasiswa bukan saja didalam internal kampus atau lingkungan kampus tetapi juga di luar kampus.

“pendapatan saya program kampus menghajar ini sangat bagus, dimana mahasiswa dapat mengembangkan skill bukan hanya didalam kampus, tetapi juga di luar kampus,” ujarnya. (S-52)