PR bagi Kajati Baru

TRIYONO HARYONO meninggalkan sejumlah kasus korupsi yang belum terselesaikan.

“Warisan” Triyono menjadi pekerjaan rumah bagi Kepala Kejati Maluku yang baru, Yudi Handono untuk dituntaskan.

Sejumlah kasus korupsi yang hingga kini berada di meja Kejati Maluku diantaranya, repo obligasi Bank Maluku Malut tahun 2014 sebesar hampir Rp 300 miliar, proyek pembangunan terminal transit Passo tahun 2008-2009, dugaan korupsi pembelian lahan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Namlea, Kabupaten Buru tahun 2016, dugaan korupsi uang makan minum anggota Satpol PP Pemprov ilegal tahun 2018 sebesar Rp 500 juta, dan dugaan korupsi dana pembangunan Pastori Waai.

Sejumlah dugaan kasus korupsi tersebut hingga kini belum mampu dituntaskan Triyono Haryono. Bahkan yang sudah tahap penyidikan seperti repo obligasi Bank Maluku Malut tahun 2014 sebesar hampir Rp 300 miliar, proyek pembangunan terminal transit Passo tahun 2008-2009, dugaan korupsi pembelian lahan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Namlea, Kabupaten Buru tahun 2016 belum juga sampai ke pengadilan.

Untuk kasus Repo Saham, Kajati telah menetapkan dua tersangka yaitu, mantan Dirut Bank Maluku Malut, Idris Rolobessy dan Mantan Direktur Kepatuhan, Izaac Thenu. Sedangkan kasus  pembangunan terminal transit Passo tahun 2008-2009, Kejati Maluku sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka yaitu, Konsultasn Pengawasan dari CV Jasa Intan Mandir, John Lucky Metubun, Kemudian Bos PT Reminal Utama Sakti, Amir Gaos Latuconsina dan mantan Kadishub Kota Ambon, Angganoto Ura.

Sedangkan PLTG Namlea belum ditetapkan tersangka, kasusnya sudah ditingkat penyidikan.

Sejumlah kasus korupsi ini menjadi PR bagi Kajati Baru, Yudi Handono untuk mampu menjelasaikannya. Ini penting, karena publik menilai banyak kasus korupsi yang diusut Kajati

“Warisan” Triyono ini harus mampu diselesaikan oleh Kajati baru. Hal Ini  membuktikan kepercayaan masyarakat  kepada lembaga adhyaksa akan semakin  kuat, tetapi jika tidak, itu justru akan melemahkan kepercayaan masyarakat kepada aparat penegak hukum tersebut.

Kajati Maluku yang baru ini juga diharapkan komitmen dan sungguh-sungguh memberantas korups sehingga kasus-kasus yang ditangani Kejati Maluku tidak terbengkalai.

Publik juga berharap, kasus-kasus dugaan tipikor yang diting¬galkan Triyono Haryono dapat diselesaikan oleh kajati yang baru. Minimal harus ada kepastian hukum ter-hadap kasus-kasus yang ditangani.

Publik tentu saja menaruh harapan besar bagi Kajati yang baru, Yudi Handono untuk melanjutkan kasus-kasus dugaan korupsi, baik yang masih penyelidi¬kan maupun penyidikan yang belum sempat saya tuntaskan.

Semoga dengan adanya kepemimpinan Kajati yang baru ini, komitmen untuk berantas korupsi di Maluku bisa dibuktikan dengan langkah hukum yang nyata melalui penanganan kasus-kasus korupsi.  Jangan sampai kemudian dengan pergantian yang baru ini, bukan tambah kemajuan dalam penanganan kasus korupsi, namun penanganannya berjalan seret. Inilah yang sangat dikhawatirkan terjadi. Karena itu, Kajati yang baru jangan pupuskan harapan masyarakat kepada lembaga adhyaksa tersebut. Semoga (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *