PPS Tasikoki Serahkan Satwa Liar ke BKSDA

AMBON, Siwalimanews – Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki menyerahkan satwa liar hasil karantina dan rehabilitasi kepada pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku.

Proses penyerahan tersebut dilakukan di Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon, Rabu (4/12) dan diterima oleh petugas BKSDA. Satwa liar yang diserahkan  berupa 10  ekor burung Kakatua Seram (Cacatua moluccensis) dan enam ekor burung Kakatua Tanimbar (Cacatua goffiniana).

“Penyerahan burung tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penyerahan satwa liar endemik Maluku dan Maluku Utara yang dilakukan oleh pihak PPS Tasikoki pada 30 November lalu di Pelabuhan Laut Bastiong Kota Ternate,” ungkap pihak BKSDA dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanews.

Menurut pihak BKSDA Saat di ternate pihak PPS Tasikoki telah menyerahkan satwa liar ke Balai Taman Nasional (BTN) Aketajawe Lolobata sebanyak 23 ekor burung endemik Maluku Utara terdiri dari empat ekor Kakatua Putih (Cacatua alba), enam ekor Nuri Kalung Ungu (Eos squamata) dan 13 ekor Kasturi Ternate (Eclectus roratus).

Disamping itu PPS Tasikoki juga menyerahkan satwa liar kepada BKSDA Maluku berupa empat ekor Kera Yaki (Macaca nigra),  10 ekor burung Kakatua Seram (Cacatua moluccensis) dan enam ekor burung Kakatua Tanimbar (Cacatua goffiniana). Untuk Kera Yaki (Macaca nigra) yang merupakan satwa endemik Maluku Utara langsung dibawa ke Resort Bacan untuk proses habituasi persiapan pelepesliaran yang akan dilakukan di kawasan konservasi Cagar Alam Gunung Sibela Pulau Bacan Kabupaten Halmahera Selatan.

“Sedangkan 10 ekor Kakatua Seram (Cacatua moluccensis) dan enam ekor burung Kakatua Tanimbar (Cacatua goffiniana) saat ini kami terima dan untuk sementara akan diistirahatkan di kandang Transit Passo,” ujar ;pihak BKSDA.

Selanjutnya 10 ekor Kakatua Seram (Cacatua moluccensis) akan direhabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Masihula, sedangkan enam ekor burung Kakatua Tanimbar (Cacatua goffiniana) akan segera dilepasliarkan di habitat aslinya di Kepulauan Tanimbar.

Adapun asal usul burung-burung tersebut merupakan satwa hasil sitaan, temuan dan penyerahan masyarakat yang terjadi di wilayah kerja BKSDA Sulawesi Utara dan dititipkan di PPS. Tasikoki. Sedangkan untuk 4 (empat) ekor Kera Yaki (Macaca nigra) merupakan hasil penyerahan dari masyarakat yang berada di Kota Ternate kepada petugas Seksi Konservasi Wilayah I Ternate BKSDA Maluku dan dititipkan di PPS. Tasikoki.

Proses penyerahan dan pelepasliran satwa  dari PPS Tasikoki ini dilakukan karena satwa tersebut sudah menjalani masa karantina dan rehabilitasi kurang lebih selama 3 -4 tahun, sehingga sudah dianggap mampu untuk bertahan hidup di alam liar.

Selain itu direncanakan pada akhir tahun ini PPS Tasikoki akan menerima pengembalian satwa liar hasil sitaan (repatriasi) yang berhasil diamankan di wilayah Dafau Filipina, sehingga pihak PPS Tasikoki harus mempersiapkan sarana dan prasarana untuk menampung satwa-satwa tersebut.(S-39)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *