AMBON, Siwalimanews – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mulai menelusuri jejak Kepala Dinas PU Maluku, Muhamat Marasabessy.

Penelusuran dilakukan untuk mengetahui pasien kasus positif nomor 188 ini kontak dekat de­ngan siapa saja.

“Kita perlu menelusuri selama seminggu terakhir ia berhubu­ngan atau kontak erat dengan siapa saja,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Pena­nganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (28/5).

Kasrul mengaku, belum tahu Mat, sapaan Muhamat Marasa­be­ssy, terpapar Virus Corona dari sia­pa, sehingga perlu dilakukan tracking.

“Belum tahu dia tertular dari mana, belum tahu, nanti tunggu hasil tracking dari Gugus Kota Ambon,” ujarnya.

Baca Juga: Hasil Rapid Test 2 Penumpang KM Sanus 87 Reaktif

Kasrul mengatakan, Mat sebe­lumnya menjalani rapid test di salah satu dokter praktek, dan hasilnya positif.  “Yang pasti untuk rapid diambil dari salah satu dokter praktek, karena reaktif maka diambil swab pada hari Senin 25 Mei, dan hasilnya keluar positif,” jelasnya.

Terpapar Corona

Seperti diberitakan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku, Muhamat Marasabessy, menambah panjang daftar warga Maluku yang positif terpapar Covid-19.

Saat ini, Mat, begitu dia akrab di­sapa, sudah menjalani karantina di Balai Diklat BPSDM, Wailela, Ambon.

Mat terkonfirmasi positif berda­sarkan  hasil uji sampel swab yang dikeluarkan Balai Teknik Kese­hatan Lingkungan dan Pengen­dalian Penyakit (BTKLPP) Ambon, Rabu (27/8).

“Jadi hasil PCR sudah kita te­rima dari BTKLPP Ambon hari ini, pak Mat dinyatakan positif Covid-19,” kata Karo Humas dan Protokol Setda Maluku, Melky Lohy saat dikonfirmasi Siwalima melalui telepon selulernya.

Kendati terpapar Covid-19, na­mun menurut Lohy, kondisi Mat sangat baik, sehingga dievakuasi ke Balai Diklat. “Beliau kondisinya baik sehingga kita evakuasi ke Balai Diklat BPSDM,” ujarnya.

Ditanya kapan Mat diambil sampel swab untuk diperiksa di BTKLPP, Lohy mengaku tidak tahu. “Kalau itu saya tidak tahu kapan, kita baru tahu hari ini setelah hasil swabnya beliau tiba,” tandasnya.

Lohy mengatakan, tracking se­gera dilakukan oleh Gugus Tugas Kota Ambon untuk melacak jejak Mat. “Tracking segera mereka laku­kan untuk melacak pergerakan pasien,” jelasnya.

Mat yang dihubungi melalui ponselnya juga membe­narkan, kalau dirinya positif  Covid-19.

“Benar saya positif Covid-19,” ujarnya.

Ditanya sejak kapan sampel swabnya diambil, Mat menolak berkomentar. Ia meminta untuk menghubungi gugus tugas.

“Kalau itu langsung ke gugus tugas jua, seng enak beta yang bi­cara, jangan marah beta belum bisa kasih keterangan panjang, langsung ke gugus jua, makasih,” ujarnya lagi.

Sementara salah satu staf di Dinas PU Maluku mengaku, sejak beberapa waktu lalu bosnya itu tidak masuk kantor. “Bapak tidak enak badan,” katanya.

Namun ia mengaku tidak tahu, kalau mantan Kepala Balai Sungai Maluku itu terkena Virus Corona. “Yang saya tahu bapak tidak enak badan, jadi tidak masuk kantor,” ujarnya.

Mat tak hanya tidak masuk kantor, namun saat sholat Idul Fitri di kediaman gubernur, ia juga tak hadir. Padahal banyak pejabat eselon II hadir saat itu. “Kalau pak Mat, iya memang tidak datang,” ujar salah satu pejabat di kantor gubernur.

Begitupun saat Hari Raya Leba­ran kedua, Mat juga tak muncul di kediaman gubernur.

“Pak Mat juga tidak kelihatan di kediaman pak gub,” ujarnya lagi.

Kondisi Mat yang terpapar Covid-19 selama ini ditutup rapat. Nyaris tak ada satupun pegawai di Dinas PU Maluku yang tahu.

Informasi kalau Mat terkena virus mematikan itu dan telah di­evakuasi ke Balai Diklat baru ber­edar di kalangan pegawai Dinas PU tadi malam.  “Kami kaget,  ini baru saja kami tahu, kalau pak Mat kena,” ujar salah satu pegawai yang meminta namanya tak diko­rankan.

Menurutnya, para pegawai selama ini tidak tahu kalau bos mereka terkena Covid-19. “Ini baru saja dapat info. Semoga beliau cepat sembuh,” tuturnya.

Sementara Sekretaris Mat, Sherly Kailola yang dihubungi beberapa kali, namun enggan mengangkat telepon selulernya.  Pesan whatsapp yang dikirim juga tidak direspons. (S-39)