Polsek Waeapo Tangkap Pelaku Fedofilia

NAMLEA, Siwalimanews – Polsek Waeapo bergerak cepat dengan menangkap seorang lelaki bernama Yanto (37), pelaku fedofilia terhadap seorang bocah SD Kelas IV berusia 10 tahun di Desa Waekerta, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru.

Kasubbag Humas Polres Pulau Buru, Ipda Zulkifli yang dihubungi awak media membenarkan, kejadian penangkapan itu.

“Polsek Waeapo yang mena­ngani kasus ini dan sejak pena­ngkapan pada Senin malam telah dilaporkan Kapolsek Waeapo kepada pimpinan Kapolres dan Wakapolres,”jelas Ipda Zulkifli, Selasa pagi (24/9).

Menurut Ipda Zulkifli, petugas di Polsek Waeapo masih terus mengorek keterangan dari Yanto dan sedang mengembangkan kasus ini.

“Jangan sampai ada bocah-bocah lain lagi telah menjadi korban tapi tidak pernah melapor kepada pihak yang berwajib,” katanya.

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun Siwalima, kasus pencabulan terhadap bocah 10 tahun Boy (bukan nama sebenarnya) terbongkar berkat ibu korban berinitial SA (34), datang melapor di Polsek Waeapo pada pukul 19.00 WIT Senin lalu (23/9).

Ibu SA melaporkan dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur dan petugas bertindak sigap segera dapat menangkap pelaku setelah disebutkan ciri-ciri pelaku.

Dihadapan penyidik, Yanto yang mengaku berprofesi sebagai tukang ojek itu tinggal di salah satu rumah kos di Jalan  Kampung Tengah, Desa Namlea Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru.

Dari penuturan korban dan pelaku, terungkap, kalau pada hari Senin lalu, sekitar pukul 18.25 WIT, bahwa Yanto mendatangi Boy saat bocah lugu itu sedang bermain HandPhone di samping  rumah tetangga bernama Sugiarto di RT 02/RW 01 Desa Waekerta.

Yanto datang tiba-tiba dan memanggil Boy  kemudian memangku calon korbannya ini.

Bocah lugu dan belum tahu apa-apa ini mulai diraba-raba oleh Yanto. Suasana di samping kiri rumah Sugiarto yang kebetulan lagi sepih, juga memberi peluang bagi pelaku Fedofilia ini lebih berbuat nekad.

Celana Boy dibuka dan burungnya dipegang oleh Yanto. Bahkan ia sempat bertanya kepada Boy ,”Enak nggak?’, dan dijawab polos dengan satu kata,”Enggak.”

Tidak stop hanya di situ, karena Yanto yang sudah diliputi hawa nafsu kelainan sexual ini ikut membuka celananya sendiri lalu menggesek-gesek burungnya yang sudah tegang di bagian pantat korban.

Yanto baru berhenti beraksi setelah dirinya puaskan birahi dengan memuntahkan sperma di bokong korban. Ia kemudian berlalu meninggalkan korban.

Setelah ditinggal pergi, korban Boy lantas menceritakan kejadian yang menimpa dirinya itu kepada ibunya SA.Kemudian SA bertindak cepat datang bersama anaknya melapor di Polsek Waeapo. (S-31)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *