AMBON, Siwalimanews – Aparat kepolisian baik di jajaran Polsek Saparua maupun Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease didesak segera menangkap pelaku penganiaya David Sapulete (75), warga Sirisori Amalatu, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah.

“Kami minta kepada seluruh aparat baik dari Polsek Saparua hingga Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease harus serius untuk menuntaskan kasus ini, karena sudah seminggu lamanya peristiwa penganiayaan tersebut terjadi namun polisi belum menangkap pelaku yang hingga kini masih OTK,” desak Ketua Pemuda Negeri Sirisori Amalatu, Ronald Paliajama, kepada Siwalima, Sabtu (20/3).

Palijama mengaku prihatin dengan peristiwa penganiyaan yang terus menerus terjadi sejka tahun 2012 terhadap warga Negeri Sirisori Amalatu namun para pelaku tak pernah berhasil ditangkap polisi dan diproses hukum.

“Keputusan pemuda kemarin itu sudah sepakat bahwa  dalam jangka waktu satu bulan jika polisi belum bisa menangkap pelaku maka pemuda akan ambil alih untuk mencari pelaku, entah dengan cara apa namun kita akan mencari pelaku,” tandas Palijama.

Untuk diketahui, nasib malang menimpa David Sapulete (75). Warga Negeri Siri Sori Amalatu,  Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah ini, dilarikan ke RSUD Saparua, karena dibacok oleh orang tak dikenal (OTK) di beberapa bagian tubuhnya.

Baca Juga: Tiga Jam Diperiksa, Ferry Tanaya Dihujani 42 Pertanyaan

Insiden memilukan ini terjadi sekitar pukul 18.00 WIT, Senin (15/3),  saat korban bersama istri dan cucunya melintasi Jalan Baru Honimua yang berada di wilayah perbatasan negeri dan hendak pulang ke rumah, usai beraktivitas di kebun.

Dari keterangan yang dihimpun menyebutkan,  dua orang saksi masing-masing istri korban, Juliana Sapulette (72) dan  cucunya, Andre Sapulette (15) mengatakan, sekitar pukul 17.30 WIT  korban bersama istri dan cucunya itu turun dari kebun menuju Jalan Honimoa untuk kembali ke Negeri Siri Sori Amalatu.

Sesampainya di Jalan Honimua, tiba-tiba seorang pemuda  keluar di balik  semak-semak  dengan memegang sebilah parang dan langsung menebas korban sebanyak lima kali.

Akibat tebasan parang itu, korban mengalami luka sobek di bagian kepala,  lengan tangan, bahu, punggung kiri dan pada punggung kanan.  Korban kemudian menyelamatkan diri dengan lari masuk ke hutan sebelah jalan untuk menyelamatkan diri.

Kedua saksi juga mengaku, sempat melihat pelaku dengan ciri-ciri, memakai kaos berwarna hitam, celana warna gelap dan memakai masker hitam.

Pelaku pembacokan langsung melarikan diri ke dalam hutan saat melihat mobil  yang ditumpangi oleh seorang guru, Nedy Nikijuluw beserta rombongan melintas di jalan tersebut. Nikijuluw dan rombongan langsung berinisiatif melarikan korban ke RSUD untuk mendapatkan pertolongan medis.

Menyikapi kondisi ini, Camat Saparua Timur bersama Kapolsek Saparua langsung menuju Negeri Sirisori Amalatu dan menggelar pertemuan guna  menenangkan  warga.

Dalam pertemuan tersebut Camat Saparua bersama Kapolsek Saparua meminta kepada masyarakat Negeri Sirisori Amalatu agar tetap tenang, menjaga situasi Kamtibmas di Negeri Sirisori Amalatu dan memberikan tanggung jawab kepada aparat penegak hukum untuk mengungkap siapa pelaku pembacokan tersebut.  (S-16)