AMBON, Siwalimanews – Sadar akan pentingnya kualitas BBM yang baik sehngga saat ini, warga Kota Ambon semakin minati BBM jenis pertalite dan pertamax.

Program langit biru tahap I di Kota Ambon berjalan sukses, bahkan pasca dua bulan diberlakukannya program ini, respon positif masyarakat sangat tinggi, ini terlihat dari trend peningkatan konsumsi  BBM ramah lingkungan .

Tercatat, dalam dua bulan terakhir konsumsi BBM jenis pertalite dan pertamax di Kota Ambon telah berada pada proporsi 82% dibandingkan total BBM jenis premium yang dikonsumsi oleh pengguna kendaraan.

Sementara proporsi konsumsi premium di Kota Ambon mengalami penurunan. Dimana proporsi konsumsi premium saat ini hanya 18% dari sebelum diberlakukan program ini sekitar 46%.

“konsumsi BBM ramah lingkungan tertinggi saat ini yang dikonsumsi oleh warga Kota Ambon  adalah jenis pertalite RON 90. Di Kota Ambon, angka proporsi konsumsi pertalite capai 63%,” ungkap Unit Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Regional Papua Maluku, Edi Mangun dalam rilisnya yang diterima Redaksi Siwalimanews, Senin(5/7).

Baca Juga: Sertifikat Vaksin Jadi Tiket Masuk ke Ambon

Respon Masyarakat terhadap program langit biru sangat luar biasa, sebelum dilaksanakan PLB, konsumsi BBM berkualitas dan ramah lingkungan di Kota Ambon memang sudah tinggi. Namun sekarang proporsi penggunaan BBM ramah lingkungan di Ambon terus meningkat.

“Inilah yang sangat kami harapkan dari program ini, Pertamina mengedukasi manfaat BBM berkualitas dengan membuat masyarakat merasakan sendiri manfaatnya,” ujar Edi.

BBM yang lebih berkualitas kata Edi, memiliki kadar oktan atau research octane number/rON tinggi, sehingga lebih ramah lingkungan, karena rendah emisi. Bahkan, pabrikan kendaraan sudah mengisyaratkan mobil-mobil keluaran 2000-an keatas menggunakan BBM, minimal sekelas pertalite.

“Kami menghimbau agar masyarakat peduli terhadap kendaraan yang dimiliki dengan mengenali apa yang menjadi standart BBM yang harus digunakan, terutama terkait dengan batas minimum RON yang direkomendasikan oleh pabrik dimana kendaraan anda di produksi,” tuturnya.

Menurutnya, rekomendasi BBM yang digunakan sesuai kompresi untuk sepeda motor biasanya tertulis pada tanki bensin, sedangkan untuk mobil biasanya tertulis pada kaca belakang. Rata-rata kendaraan keluaran 2003 ke atas sudah memiliki kompresi mesin dengan standard BBM minimal oktan 90.

Sebagai bentuk komitmen Pertamina dalam melihat kualitas lingkungan yang sehat dan bersih, program langit biru  ini masih tetap dilanjutkan memasuki fase ke dua. Dimana masyarakat masih dapat merasakan BBM berkualitas dengan harga khusus hemat Rp 1.000/Liter.

“Masyarakat masih dapat merasakan sensasi berkendara menggunakan BBM berkualitas dengan harga yang terjangkau. Mesin kendaraan menjadi responsif dan mesin kendaraan akan selalu terjaga dalam kondisi yang prima. (S-51)