Perjuangan Rahakbauw Kandas

Golkar Minta Segera Lantik Latuconsina

AMBON, Siwalimanews – Nasib Richard Ra­hakbauw di ujung tan­duk. Perjuangan un­tuk mempertahankan kursi Wakil Ketua DPRD Maluku yang didudukinya kandas.

DPP Partai Golkar tetap menginginkan RR, panggilannya di­ganti dengan Rasyid Efendy Latuconsina.

DPD Golkar Maluku telah meneruskan SK DPP Partai Golkar Nomor: R-1180/GOL­KAR/IX/2019 tertang­gal 22 Oktober  2019 tentang pembatalan SK DPP Nomor: R-1136/GOLKAR/IX/2019 tertanggal 17 September 2019 dan menetapkan Rasyid Efendy Latuconsina sebagai pimpinan DP­RD Maluku, ke­pada Ketua DPRD Maluku.

Surat DPD Golkar Maluku yang diteken Said Assagaff selaku ketua itu, diterima DPRD Maluku pada Rabu (6/11) lalu. Dalam surat itu, Gol­kar meminta agar DPRD menin­daklanjuti SK DPP Golkar.

“Kita sudah menerima surat dari DPD Partai Golkar Maluku yang me­neruskan SK DPP, yang mene­tapkan Rasyid Efendy Latuconsina menggantikan Richard Rahak­bauw,” kata Sekwan Maluku, Boe­dewin Wattimena, kepada Siwa­lima, melalui telepon selulernya, Selasa (12/11).

Ia mengaku sudah menyerah­kan surat itu kepada Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury untuk ditindaklanjuti. Kemudian dilaku­kan rapat badan musyawarah pada Senin (11/11).

“Terkait dengan surat tersebut, telah dilakukan rapat badan mus­yawarah  pada Senin kemarin dan diputuskan untuk nantinya dilaku­kan rapat paripurna untuk memba­hasnya,” ujarnya.

Wattimena mengatakan, saat ini ketua DPRD sementara berada di Jakarta mengikuti pertemuan de­ngan Mendagri bersama dengan gubernur dan ketua-ketua DPRD seluruh Indonesia. Rapat pari­purna akan digelar setelah ketua DPRD kembali.

“Saat ini ketua DPRD sementara berada di Jakarta sehingga belum dapat memastikan agenda rapat paripurna itu,” katanya.

Ketua DPRD Maluku, Lucky Watti­mury yang dikonfirmasi menegas­kan, pihaknya akan menindak­lanjuti surat tersebut sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Kita akan menindaklanjuti surat tersebut sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

RR yang dikonfirmasi beberapa kali melalui telepon selulernya, namun tidak aktif.

Sementara Ketua DPD Partai Gol­kar Maluku, Said Assagaff eng­gan mengangkat telepon. SMS yang dikirimpun juga tak direspons. Begitupun dengan Sekretaris DPD, Roland Tahapary.

Sedangkan pelaksana harian Ketua DPD Golkar Maluku, Fredrek Rahakbauw yang dihubungi  mengaku, tidak mengetahui surat DPD kepada DPRD Maluku. “Saya tidak tahu surat itu, konfirmasi saja ke sekwan,” katanya.

RR Siap Lawan

RR memastikan akan melawan keputusan DPP Partai Golkar yang mendepak dirinya dari kursi pim­pinan DPRD Maluku.

Ia menegaskan, penunjukan dirinya sebagai Wakil Ketua DPRD Maluku sudah melalui proses pentahapan hingga diusulkan dan ditetapkan oleh DPP. Namun anehnya, saat jelang pelantikan DPP menerbitkan SK untuk me­nggantikannya dengan Rasyid Efendy Latuconsina.

“Saya akan gugat DPP Partai Golkar ketika menerima salinan surat resminya,” tandas RR ke­pada wartawan, usai dilantik men­jadi Wakil Ketua DPRD Maluku, di Baileo Rakyat Karang Panjang, Jumat (25/10).

Tuding Oknum DPP Main

Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD I Golkar Maluku, Ridwan Mara­sabessy menuding adanya per­mai­nan oknum DPP dibalik terbit­nya SK untuk menggantikan Richard Rahakbauw dari kursi Wakil Ketua DPRD Maluku.

Ridwan terang-terangan menye­but Wasekjen DPP Golkar, Budi Setiawan ada dibalik permainan untuk menggantikan RR dengan Efendy Latuconsina.

Tak  hanya itu, kata Ridwan, uang dalam jumlah besar juga turut dibe­rikan untuk menyogok oknum DPP Golkar.

Ridwal juga menyebut nama Ketua DPD Golkar Buru, Ramly Uma­sugi dan Ketua DPD Golkar Ma­luku, Said Assagaff turut bermain.

“Ini sindikat, bayarnya mahal dan Said Assagaff itu bagian terkecil dari sebuah sistem besar. Disana ada Ramy dan siapa-siapa lagi dan paling tepat kita harus cari siapa yang kejahatan di balik semua dan kita akan tempu semua jalur,” tegas Ridwan ketika dihubungi  Siwalima,  Minggu (27/10) malam.

Ridwan meminta DPP jangan cuci tangan. Ia dan pengurus Gol­kar Maluku lainnya akan mengejar otak dibalik permainan itu.

“Jadi  otak dari pencopotan harus dikejar dan jangan DPP mau mengelak, karena ini main dengan uang besar. Hati-hati loh, saya tidak segan-segan,” tandasnya.

Ridwan mengaku heran dengan munculnya SK DPP untuk meng­gantikan RR menjelang dilantik.

“Saya tegaskan semua jalur akan ditempuh, karena proses seleksi calon wakil ketua DPRD sudah melewati mekanisme, di­mana proses seleksi itu ada saya, Roland Tahapary dan Said Assa­gaff, sehingga  lahirlah surat ke­putusan RR sebagai Wakil Ketua DPRD Maluku,” ujarnya.

Ridwan mempertanyakan ala­san DPP Golkar mengeluarkan SK untuk mencopot RR.

“Organisasi ini dia punya meka­nisme. Meskipun Airlangga itu ketua umum, tetapi dia juga diatur oleh aturan. Ini bukan organisasi di pasar. Memangnya RR ada per­kosa orang pung anak perempuan atau pencuri uang, kan tidak. Kenapa ketua umum kasih keluar surat, memangnya ketua umum sudah tidak sadar lagi. Jadi semua jalur hukum akan kami tempuh,” tandasnya.  

Pernyataan Ridwan yang me­nyerang DPP secara kasar di publik membuat ia harus menjalani sidang kode etik di mahkamah partai. Ridwan nyaris dipecat, karena dinilai tidak etis.

Berubah Pikiran

RR berubah pikiran. Awalnya, ia menggebu-gebu untuk menggugat DPP Golkar ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat, namun niatnya diurung.

RR, sapaannya akan lebih dulu mengajukan keberatan kepada Mahkamah Partai Golkar atas SK DPP yang menggantikan dirinya dari kursi Wakil Ketua DPRD Maluku.

“Kita belum bisa mengajukan ke­­beratan ke PN Jakarta Barat karena akan lebih dulu menga­jukan keberatan ke mahkamah partai,” kata Kuasa Hukum RR, Abraham Malioy, kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Rabu (6/11).

Dijelaskan, surat keberatan ke Mah­kamah Partai Golkar sudah di­antarkan langsung oleh pengacara RR lainnya, Boy Lesnussa. “Sudah, surat keberatannya sudah diantar­kan langsung oleh Boy,” katanya.

Setelah itu, kata Malioy, pihaknya menunggu panggilan dari Mahka­mah Partai Golkar. “Prinsipnya kita menunggu saja, karena surat keberatan itu telah kita sampaikan secara resmi,” ujarnya.  (S-16)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *