AMBON, Siwalimanews – Bagi masyarakat Muslim, Muharram termasuk salah satu momentum mulia karena menjadi bulan pembuka tahun baru. Sebagian masyarakat Indonesia bahkan menganggap bahwa 10 Muharram (Asyura) adalah Hari Raya Anak Yatim.

Dalam memperingati 10 muharram tersebut, panitia pembangunan mesjid dan Majelis Ta’lim Nuruddin Batumerah Ambon pun menyantuni 40 anak yatim.

Sekda Maluku Kasrul Selang mengap­re­­siasi kegiatan tersebut. Dia menga­takan, santunan kepada anak yatim ini bentuk rasa syukur dan kepedulian terhadap anak-anak. “Saya memaknai kegiatan ini wujud sebagai kepedulian kita kepada anak yatim piatu,” ujarnya.

Kasrul berharap, dalam bulan ini se­galanya menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Dia meminta, masyarakat semakin mempererat tali kasih dan hubungan persaudaraan. “Mari mempererat tali kasih dan hubungan saudara. Kita harus menjadi masyarakat yang religius dan bersaudara,” tuturnya.

Selain itu, dia juga berharap, masyara­kat bisa saling mengasihi dalam meng­ha­dapi pandemi covid-19. Dia meminta mas­yarakat tetap patuhi aturan pemerintah dan terus jalankan protokol kesehatan.

Baca Juga: Desa Tangguh Covid Diberikan Reward

“Kita juga haru hijrah dari masa covid-19 ke kehidupan normal,” jelasnya.

Sementara itu, Zumhur Muhammad selaku ketua panitia mengatakan, indah­nya berbagi adalah salah satu ajaran islam. Dia menyebut, kebanyakan anak yatim hidup serba kekurangan. Sehingga, kita mesti saling membantu.

“Anak yatim piatu dilingkungan kita sebagian besar hidupnya kurang. Jadi kita mesti menyantuni mereka,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, kerukunan umat beragama  juga ditunjukan masyarakat  di Pulau Ambon. Maluku Satu Rasa (M1R) Salam Sarane ikut bergabung. Sesekali mereka dan warga Batumerah, yang berpenduduk Islam ini saling tertawa lebar tanpa ada sekat perbedaan agama diantara mereka.

Kepala Pemerintahan Negeri Batu Me­rah Fenly Masawoy mengatakan, Maluku adalah negeri dengan multietnis. Meski demikian, dia berharap tetap menjaga kerukunan dan kebersamaan.

Salah satu Badan Pengurus M1R SS Kota Ambon Marselo Lalopua mengu­cap­kan terimakasih karena ikut dilibatkan. Dia bahkan berharap,  kedepannya ada perhatian dari pemerintah terkait anak yatim dan pembangunan mesjid.

“Katong tidak melihat perbedaan. Maluku satu rasa. Tidak ada perbedaan. Katong semua saudara,” ujarnya.

Menutup kegiatan tersebut, Ustad Muhammad Hatta menegaskan, semua orang di dunia ini adalah tetangga. Tanpa terkecuali. “Jadi, tidak tepat kita tidur kenyang sedangkan yang lainnya lapar,” tutupnya. (Cr-1)