Perekonomian Maluku Triwulan III Tumbuh Lambat

AMBON, Siwalimanews – Perekonomian Maluku triwulan III tumbuh melambat, hal ini tercermin dari pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan III  yang tercatat tumbuh 5,24% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan II  tumbuh sebesar 6,09% (yoy).

“Namun demikian, kinerja pertumbuhan ekonomi Maluku triwulan III masih lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh sebesar 5,02% (yoy),” jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku,

Noviarsano Manullang dalam rilis yang diterima Siwalima, Jumat (8/11).

Dijelaskan, dari sisi pengeluaran, konsumsi swasta baik dari Lembaga Nonprofit melayani Rumah Tangga (LNPRT) mencatat pertumbuhan positif.

Menurutnya, konsumsi LNPRT dan konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh masing-masing sebesar 12,99% (yoy) dan 4,96% (yoy), didukung oleh perbaikan pendapatan dan keyakinan konsumen serta terjaganya inflasi bahan pokok,” ujar  Manullang.

“Pelaksanaan beberapa kegiatan besar Maluku seperti HUT Republik Indonesia, Pesta Teluk Ambon dan Festival Musik diperkirakan mampu menjaga konsumsi domestik masyarakat Maluku,” tuturnya.

Disebutkan, perayaan HUT Gereja Protestan Maluku serta upaya Pemerintah Kota Ambon untuk menjadikan Ambon sebagai Kota Musik Dunia mampu menjaga konsumsi LNPRT tetap tinggi, sejalan dengan tingginya keterlibatan lembaga keagamaan dan lembaga sosial.

Selanjutnya, Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) atau investasi tumbuh menguat 7,94% (yoy), utamanya pada PMTDB bangunan seiring realisasi proyek infrastruktur di Maluku yaitu, perluasan Bandara Pattimura, penyelesaian pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat di Kota Ambon serta penyelesaian program pembangunan satu juta rumah.

“Pada triwulan II, terdapat dua Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sedang dikerjakan di Maluku yaitu, ruas jalan trans Maluku serta bendungan Wayapo yang mampu mendorong kinerja investasi bangunan.

Menguatnya investasi bangunan di Maluku juga didukung oleh komitmen Pemerintah Provinsi Maluku dan PLN untuk meningkatkan, rasio elektrifikasi melalui pembangunan infrastruktur penyaluran listrik.

“Dari sisi investasi non bangunan, kinerja didorong oleh banyaknya gerai minimarket modern yang mulai beroperasi selama triwulan III 2019,” katanya.

Sedangkan untuk Lapangan Usaha (LU), kinerja ekonomi didorong oleh LU konstruksi dan perbaikan permintaan domestik. LU konstruksi tumbuh 7,32% (yoy) pada triwulan III 2019, seiring dengan berlanjutnya beberapa proyek infrastruktur publik dan proyek strategis nasional.

Sedangkan perbaikan permintaan domestik tercermin dari kinerja LU, akomodasi makan dan minum yang tumbuh sebesar 6,92% (yoy). Kinerja pertumbuhan LU ini sejalan dengan tingginya konsumsi masyarakat saat pelaksanaan kegiatan besar di Maluku.

Disebutkan, pelaksanaan kegiatan besar tersebut turut meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan domestik di Maluku yang berdampak pada meningkatnya permintaan terhadap akomodasi penginapan dan hotel. Hal tersebut juga tercermin dari meningkatnya tingkat hunian kamar hotel di Maluku.

Ditambahkan, pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan IV  diperkirakan tumbuh menguat, didorong permintaan domestik, utamanya oleh permintaan masyarakat saat perayaan natal dan tahun baru. (S-40)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *